Beredar Isu Polisi Diam Saat Gedung DPRD Dimasuki Pendemo, Ini Jawaban Polda Sulteng

Kasubbid Penmas Polda Sulteng AKBP Sugeng Lestari
Kasubbid Penmas Polda Sulteng AKBP Sugeng Lestari. FOTO: IST
Dr Suandi

PALU, FILESULAWESI.COM – Terkait dengan Aksi unjuk Rasa yang berakhir Ricuh di sejumlah daerah di Indonesia,  sejumlah pesan berantai berseliweran di Media Sosial termasuk di grup Whatsapp  yang meresahkan masyarakat.

BACA JUGA: Himbauan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng Atas Kondisi Saat Ini

Bacaan Lainnya

Salah satunya tersebar isu yang menyatakan, “Pak hari Senin ckp dirumah Krn hari Senin akan demo besar dipalu jaga keluarga utamanya jln samratulangi dan Jl. Hasanuddin (Taman GOR)..polisi kemungkinan JK SDH ada yg anarkis digedung DPRD polisi akan pulang dan membiarkan Krn polisi TDK ingin ada lagi konflik dgn masyarakat yg akhirnya digoreng kesana kemari,”.

BACA JUGA: Seruan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu Atas Kondisi Saat Ini

Menanggapi isu yang menyebar tersebut, Pihak Kepolisian Daerah ( Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dikonfirmasi beberapa media di Palu, Minggu, 31 Agustus 2025, melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, mengatakan, bahwa Polri dalam hal ini Polda Sulteng menegaskan tidak menghalangi siapapun yg akan menyampaikan aspirasi sebagaimana UU Penyampaian Pendapat Dimuka Umum.

UU ini sebut Kasubbid Penmas, bertujuan untuk mewujudkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi, tetapi juga memastikan bahwa hak tersebut dilaksanakan secara bertanggung jawab, menjaga keamanan, ketertiban, dan menghormati hak asasi orang lain.

“Kepolisian bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada peserta, melakukan koordinasi, serta mengamankan lokasi dan rute penyampaian pendapat yang dilaksanakan secara tertib dan damai, ucapnya.

AKBP Sugeng Lestari juga mengingatkan untuk waspadai pihak luar yang berpotensi melakukan provokasi, sehingga aspirasi yang disampaikan tidak sesuai dengan tuntutan yang disampaikan serta berlanjut dg tindakan anarkis, merusak fasilitas pemerintah, fasilitas Umum serta melakukan penjarahan bahkan pembakaran.

Apabila hal tersebut terjadi, Bapak Presiden sudah dengan tegas memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk melakukan tindakan tegas demi pemulihan keamanan.

“Seluruh langkah yang dilakukan Polri di lapangan bersifat terukur, profesional, dan sesuai dengan kewenangan serta peraturan yang berlaku, baik Undang-Undang, maupun ketentuan lainnya. Kami pastikan penanganan dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” tandasnya

“Polda Sulteng dan Polres jajaran akan melaksanakan pengamanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pentahapan penanganan situasi secara disiplin. Prioritas utama adalah melindungi keselamatan masyarakat, personel Polri dan mitra kamtibmas di lapangan, markas komando, asrama, serta objek vital lainnya,” ucapanya.

Dalam kesempatan ini, AKBP Sugeng juga meminta kepada pihak Sekolah baik SMA, SMK atau bahkan SMP untuk mengingatkan para pelajarnya agar tidak terlibat dalam pelaksanaan penyampaian pendapat dimuka umum, terlebih saat jam-jam pelajaran.

AKBP Sugeng juga mengajak dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan bekerja sama menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Polda Sulteng menghormati kebebasan menyampaikan pendapat, namun mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus sesuai dengan aturan hukum,” tutupnya.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *