PALU, FILESULAWESI.COM – Komnas HAM Sulawesi Tengah menyoroti insiden tragis di kawasan tambang Poboya di Kota Palu, yang menewaskan seorang pekerja akibat jatuh dan tertimpa material.
BACA JUGA: Penguatan Ekonomi dan Reintegrasi Sosial Bagi Sahabat Proposoku Digelar di Poso
Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulteng, Livand Breemer, mendesak aparat penegak hukum untuk segera memperketat pengawasan K3 serta melakukan penertiban penggunaan merkuri dan sianida di tambang rakyat demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
BACA JUGA: SDN 1 Sindue Tombusabora Enggan Bayar Biaya Rehab Rombel
Komnas HAM Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat dan aman. Sehubungan dengan maraknya aktivitas tambang rakyat di berbagai wilayah, kami meminta aparat penegak hukum untuk:
- Melakukan pengawasan ketat terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh kawasan tambang rakyat, guna mencegah kecelakaan kerja dan melindungi keselamatan masyarakat sekitar.
- Menindak tegas penggunaan merkuri dan sianida yang tidak sesuai ketentuan, mengingat dampak buruknya terhadap kesehatan manusia dan kerusakan lingkungan, termasuk menyita seluruh tromol2 yang beroperasi dan menutup pabrik pembuatan tromol.
- Menyediakan sosialisasi dan edukasi bagi penambang rakyat mengenai bahaya bahan kimia beracun, mercuri, sianida dan produk-produk lainnnya yang masih menggunakan pendukung kedua bahan kimia berbahaya tersebut serta alternatif teknologi pengolahan emas yang lebih ramah lingkungan.
Harapan
Komnas HAM Sulawesi Tengah menekankan bahwa perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat dan aman adalah prioritas. Kami berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata untuk:
- Menjamin keselamatan para pekerja tambang rakyat.
- Mencegah penggunaan bahan berbahaya (mercuri dan sianida) yang merusak kesehatan dan lingkungan.
- Mewujudkan aktivitas ekonomi yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.(***)






