Ketua APPMBGI Sulteng Beri Penjelasan Soal Maraknya Menu MBG Hari Ini

Dr. Hj. Kartini Malarangan, M.H, sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) I APPMBGI Provinsi Sulawesi Tengah. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Ketua Asosiasi Pengusaha Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Kartini Malarangan, SH, MH, angkat bicara terkait maraknya perbincangan di tengah masyarakat dan di media sosial mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada para siswa penerima manfaat hari ini.

BACA JUGA: Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemprov Sulteng, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Merit

Bacaan Lainnya
M. Ridha Saleh

Dalam keterangannya kepada awak media ini, Dr. Hj. Kartini Malarangan menyampaikan, bahwa masih terdapat kesalahpahaman di kalangan masyarakat, khususnya orang tua murid, terkait alokasi anggaran MBG sebesar Rp15.000 per porsi.

BACA JUGA: Setahun Kepemimpinan Anwar-Reny, Sulteng Tunjukkan Arah Pembangunan yang Jelas dan Berdampak

Ia menjelaskan, bahwa nominal tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk belanja bahan makanan, melainkan telah mencakup biaya operasional serta sewa dapur mitra penyedia layanan MBG.

“Perlu dipahami bahwa anggaran Rp15.000 itu bukan sepenuhnya untuk belanja logistik atau bahan makanan, tetapi sudah termasuk biaya sewa dapur dan operasional,” kata Kartini Malarangan kepada redaksi Filesulawesi.com, Senin (23/2/2026) malam.

Adapun rincian alokasi anggaran ia uraikan, yakni sebesar Rp10.000 untuk belanja bahan baku makanan, Rp3.000 untuk biaya operasional dapur seperti gaji karyawan yang berjumlah sekitar 47 orang serta kebutuhan operasional lainnya seperti sabun cuci piring, kantong sampah, dan perlengkapan dapur. Sementara Rp2.000 dialokasikan untuk biaya sewa dapur yang digunakan dalam proses penyediaan makanan.

Menurutnya, pihak mitra telah menyiapkan gedung dapur beserta seluruh perangkat pendukung operasional untuk menunjang pelaksanaan program MBG.

Terkait variasi menu yang hari ini didominasi oleh snack atau makanan kering, Dr. Kartini menyebut bahwa setiap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki variasi menu yang berbeda-beda.

Namun demikian, apabila menu yang disajikan dianggap kurang layak atau tidak pantas, masyarakat tetap memiliki jalur pelaporan yang dapat ditempuh. Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dan dapat berujung pada pemberian teguran kepada pihak SPPG terkait.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar dapat menyikapi perbedaan variasi menu MBG di setiap dapur secara bijak.
“Mohon untuk menyikapi secara bijak menu MBG hari ini yang bervariasi di setiap dapur atau SPPG,” pungkasnya.zal

Kasatker
Kadishub Kota Palu
Kakan Kemenag Kota Palu
Kepala Dinas Sosial Kota Palu
Camat Tatanga
Kepala Bapenda Kota Palu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *