PALU, FILESULAWESI.COM – Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Sulawesi Tengah, Imelda Liliana Muhidin, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, memimpin kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Selasa (10/3/2026) sore.
BACA JUGA: Janji Politik Gubernur dan Perjuangan Honorer Sulteng dalam Perspektif Hukum
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.050 paket takjil dan nasi box dibagikan kepada masyarakat. Takjil tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPD APJI Sulawesi Tengah bersama sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APJI di daerah.
BACA JUGA: Persiapan FORNAS 2027, Pemrov Sulteng Siapkan 40 Miliar Bangun Amphiteater dan Taman Tematik
Adapun DPC yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain DPC APJI Kota Palu, DPC APJI Parigi Moutong, DPC APJI Kabupaten Sigi, DPC APJI Donggala, serta DPC APJI Ampana.
“Alhamdulillah, seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan Ramadan kita selalu berbagi takjil kepada masyarakat. Hari ini, 10 Maret 2026, kita membagikan sebanyak 2.050 takjil yang berasal dari berbagai DPC APJI,” ujar Imelda Liliana Muhidin kepada redaksi Filesulawesi.com di lokasi pembagian takjil.
Menurut Imelda, kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari upaya memaknai bulan Ramadan sebagai bulan penuh berkah, sekaligus momentum untuk mencari pahala melalui kegiatan berbagi kepada sesama.
Ia juga menjelaskan, bahwa takjil yang dibagikan kepada masyarakat merupakan produk dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam APJI.
“Produk-produk yang dibagikan ini merupakan hasil dari teman-teman APJI, yaitu para pelaku UMKM itu sendiri,” jelasnya.
Usai kegiatan pembagian takjil, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh pengurus APJI yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
Pada kesempatan tersebut, Imelda juga berharap para pelaku UMKM di Sulawesi Tengah terus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk kuliner mereka.
Ia juga mendorong agar produk UMKM memiliki legalitas yang jelas, seperti izin dari Balai POM serta sertifikasi halal, sehingga kualitas dan kandungan nutrisinya dapat terjamin.
“Insya Allah beberapa bulan ke depan, produk-produk UMKM ini bisa masuk ke hotel-hotel yang ada di Kota Palu,” pungkasnya.zal






