Kemenag Palu Siapkan Masjid Ramah Pemudik di Jalur Trans, Ini Titik Pilot Project-nya

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I, menyampaikan bahwa program “Masjid Ramah Pemudik” disiapkan untuk membantu para pemudik yang melintas di wilayah Kota Palu, khususnya di jalur Trans Sulawesi.

BACA JUGA: Ketua Bhayangkari Palu Bagikan Parcel Lebaran Idul Fitri

Bacaan Lainnya

Menurutnya, rumah ibadah ramah pemudik ini dihadirkan sebagai solusi bagi para pelintas yang membutuhkan tempat beristirahat, menunaikan ibadah, maupun keperluan dasar seperti menggunakan toilet.

BACA JUGA: Kepala Bapenda Sulteng Urai Mekanisme Soal Pembagian DBH Pajak Daerah

“Rumah ibadah ramah pemudik itu dikhususkan untuk mengantisipasi para pemudik yang dalam perjalanan membutuhkan rehat, istirahat, maupun keperluan lainnya seperti buang air kecil dan besar. Karena fasilitas umum seperti SPBU atau toilet umum belum tentu mudah dijangkau,” jelas Ahmad Hasni kepada redaksi Filesulawesi.com.

Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan masjid-masjid yang berada di sepanjang jalur utama sebagai tempat singgah sementara selama perjalanan mudik.

Adapun syarat sebuah masjid ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik di antaranya memiliki fasilitas toilet yang bersih dan layak, tersedia teras atau ruang untuk beristirahat, serta fasilitas pendukung lainnya yang memberikan kenyamanan bagi pemudik.

Khusus di Kota Palu, Kemenag mengidentifikasi bahwa rumah ibadah yang dapat difungsikan sebagai tempat singgah pemudik mayoritas adalah masjid. Oleh karena itu, program ini difokuskan pada optimalisasi masjid yang berada di jalur strategis.

“Di Kota Palu, kita tidak menemukan rumah ibadah lain selain masjid yang berada di sepanjang jalur tersebut. Sehingga kita namakan program ini Masjid Ramah Pemudik,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Kemenag Kota Palu menetapkan sejumlah masjid sebagai pilot project atau percontohan di tiap kecamatan.

Di Kecamatan Ulujadi misalnya, pilot project berada di Masjid Alhidayah dekat Terminal Tipo. Untuk Kecamatan Palu Barat, ditunjuk masjid yang berada di sekitar kawasan PGM yang strategis bagi pemudik dari arah Pasangkayu dan Donggala menuju Parigi Moutong.

Sementara di Kecamatan Palu Timur, masjid yang berada di simpang Jalan Domba, Kelurahan Talise, menjadi titik singgah. Untuk wilayah Palu Utara, masjid di Kelurahan Taipa disiapkan, dan di Kecamatan Tawaeli, Masjid Jami Lambara menjadi lokasi yang difungsikan.

Kakan Kemenag berharap, kehadiran Masjid Ramah Pemudik ini dapat memberikan kenyamanan serta membantu kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik, sekaligus memperkuat fungsi sosial masjid di tengah masyarakat.zal

Bapenda Kota Palu
Plt Kadis PU
Gufran Ahmad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *