PALU, FILESULAWESI.COM – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya fiksi ilmiah yang ambisius melalui film bertajuk Pelangi dari Mars. Film ini mengangkat isu krisis air global di masa depan, tepatnya pada era 2100-an, ketika Bumi menghadapi ancaman kekeringan yang semakin parah.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Tegaskan Pelayanan Tak Boleh Berhenti Meski Cuti Bersama
Cerita berpusat pada Pelangi, seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir di planet Mars. Dalam petualangannya, Pelangi menjalin persahabatan dengan sejumlah robot malfunction yang justru menjadi sekutu setia. Bersama mereka, Pelangi memulai misi penting untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang diyakini mampu menyelamatkan masa depan Bumi.
BACA JUGA: Anggaran Terbatas, THR PPPK di Kabupaten Donggala tak Bisa Dibayarkan
Namun perjalanan tersebut tidak mudah. Mereka harus menghadapi ancaman dari Nerotek, sebuah korporasi raksasa yang menguasai sumber air dan berambisi menguasai Zeolit Omega demi kepentingan mereka sendiri.
Film ini diproduseri oleh Dendi Reynando, disutradarai oleh Upie Guava, yang juga turut menulis skenario bersama Alim Sudio. Karya ini diharapkan menjadi salah satu film lokal dengan skala produksi besar yang menggabungkan efek visual futuristik dan cerita emosional.
Deretan pemain yang terlibat antara lain Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, Myesha Lin Adeeva, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, serta Bimo Kusumo Yudo.
Film ini akan didistribusikan oleh Mahakarya Pictures, yang dikenal aktif menghadirkan karya-karya lokal ke pasar yang lebih luas.
Dengan latar futuristik dan konflik yang relevan dengan isu lingkungan saat ini, Pelangi dari Mars diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya alam di masa depan.zal








