Idiologi Pendidikan Guru Tua, Arus Utama Pembentukan Kepribadian Berlandaskan Ilmu dan Akhlak

Suasana pelaksanaan HAUL Guru Tua ke-58 tahun hari ini, di Kota Palu. FOTO: IST

PALU, FILESULAWESI.COM – Memperingati Haul Sayid Idrus bin Salim Aljufri tidak lain untuk mengenal dan menyelami perjalanan hidup sosok yang lebih dikenal masyarakat dengan Guru Tua sebagi pemimpin umat dan ulama, yang pancaran amal baiknya telah membawa langkah menuju taman pengabdiannya di tengah masyarakat dan bangsa.

BACA JUGA: RSUD Undata Palu Genjot Pemenuhan KRIS, Berikut Penjelasan Plt Direktur dokter Nurlaela Harate

Bacaan Lainnya
IDUL FITRI FILESULAWESI

“Hal inilah yang kita rasakan saat ini, hadir  berkumpul di tengah yang penuh hikmat dalam pelaksanaan Haul ke 58 di kompleks perhimpunan Alkhairaat,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus di hadapan para jamaah Haul ke 58 Rabu (1/4/2026).

BACA JUGA: HAUL Guru Tua Ke-58, Berikut Pesan Gubernur Sulteng Dihadapan Ribuan Abnaul Khairaat

Tentu hal ini lanjutnya, sebagi salah satu wujud komitmen untuk menyatakan Guru Tua sebagi tokoh bangsa yang hidup dalam keberagaman suku dan kebudayaan. Menunjukan pula keberadaan guru Tua kata Habib Mohsen, secara sosiologis, antropologis dan ekologis memantulkan kepribadian bangsa Indonesia.

Dalam ranah inilah kita memahami hakekat perjalanan Guru Tua sebagi anak bangsa yang mempunyai peranan besar dalam perubahan masyarakat di Indonesia.

“Maka tak dapat di bantah Guru Tua adalah putra bangsa yang telah mengorbitkan karya monumentalnya perguruan Islam Alkhairaat, tempat bagi generasi bangsa menempa Ilmu dan akhlak menjadi dasar pembentukan kepribadian dan peradaban,” terangnya.

Pengurus Besar Alkhairaat selalu ormas yang mengorganisir pengembangan misi pendidikan Alkhairaat melanjutkan misi ini, arus utama idiologi pendidikan Guru Tua ialah, pembentukan kepribadian berlandaskan ilmu dan akhlak.

Idiologi ini Kata Habib Mohsen, mewarnai desain metodologi pembelajaran di madrasah, menerobos basis masyarakat di pedesaan dan memperkuat kelembagaan pondok pesantren. Dengan prespekrtif ini Guru Tua meberi isyarat bahwa, kepribadian yang berlandaskan ilmu dan akhlak adalah, menjadi tonggak utama kebudayaan dan integritas bangsa.

“Maka madrasah merupakan basis agama seperti madrasah Diniyah dan pondok pesantren sebagai pilar utama transformasi pengetahuan dan perilaku yang berkualitas dari generasi bangsa,” ujarnya(***)

Bapenda Kota Palu
Plt Kadis PU
Gufran Ahmad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *