RSUD Undata Palu Genjot Pemenuhan KRIS, Berikut Penjelasan Plt Direktur dokter Nurlaela Harate

Plt Direktur RSUD Undata Palu dr. Nurlaela Harate, M.PH (kiri), didampingi Kabid Keperawatan Lince M. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu terus melakukan pembenahan fasilitas guna memenuhi standar pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA: HAUL Guru Tua Ke-58, Berikut Pesan Gubernur Sulteng Dihadapan Ribuan Abnaul Khairaat

Bacaan Lainnya
IDUL FITRI FILESULAWESI

Kepada sejumlah awak media, Plt Direktur RSUD Undata Palu, dr. Nurlaela Harate, M.PH, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan rehabilitasi sejumlah ruangan seperti Teratai, Mawar, dan Aster pada tahun lalu untuk digunakan sebagai ruang pelayanan KRIS sesuai dengan 12 indikator yang ditetapkan.

BACA JUGA: Halal Bihalal PKK Sulteng, Sry Nirwanti Ajak Perempuan Jadi Pilar Sukses Sembilan Berani

“Ruangan Teratai, Mawar dan Aster, tempat tidur yang kita siapkan sebanyak 64 tempat tidur, dengan maksimal empat bed dalam satu ruangan,” kata Plt Direktur RSUD Undata Palu kepada redaksi Filesulawesi.com, di ruangannya, Rabu (1/4/2026) siang.

Ia menjelaskan, pelayanan KRIS tidak lagi menggunakan klasifikasi kelas 1, 2, dan 3, melainkan menerapkan standar fasilitas yang sama bagi seluruh pasien. Di antaranya jumlah maksimal tempat tidur dalam satu ruangan, ketersediaan AC, kamar mandi dalam, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Untuk tahun ini, RSUD Undata Palu menargetkan penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung seperti pemasangan handrailing di selasar, flowmeter, serta pendingin ruangan (AC) agar pelayanan KRIS dapat segera dioperasikan secara maksimal.

Selain itu, rehabilitasi juga akan dilakukan pada ruangan Flamboyan, Seroja, Melati, dan Bougenvile, guna menambah kapasitas layanan berbasis KRIS.

“Total kebutuhan tempat tidur untuk memenuhi standar KRIS di RSUD Undata Palu sebanyak 215 bed. Tahun ini kami kembali menganggarkan untuk beberapa ruangan tambahan,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga berupaya mengoptimalkan ruangan Asoka yang saat ini berstatus kelas I dengan kapasitas 20 tempat tidur, agar dapat memenuhi standar KRIS. Namun, ruangan tersebut masih membutuhkan sejumlah fasilitas tambahan seperti oksigen dan nurse calling system.

Meski demikian, pelayanan rawat inap dengan sistem kelas 1, 2, dan 3, masih tetap berjalan berdampingan dengan layanan KRIS.

“Artinya dua-duanya tetap berjalan, baik pelayanan standar KRIS maupun ruangan kelas. Namun kami menargetkan minimal 60 persen dari total 359 tempat tidur sudah memenuhi standar KRIS,” terangnya.

Pihak RSUD Undata Palu menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pemenuhan fasilitas KRIS secara bertahap, dengan target sekitar 211 tempat tidur dapat terpenuhi hingga tahun depan.

“Mudah-mudahan ini bisa bertahap dan seluruhnya dapat rampung sesuai target,” pungkasnya.zal

Bapenda Kota Palu
Plt Kadis PU
Gufran Ahmad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *