PALU, FILESULAWESI.COM – Bagaikan berpacu dalam melodi, setelah diamanahi menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah, 31 Desember 2025 lalu, dr Herry Mulyadi, langsung tancap gas untuk melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya yakni pengentasan kemiskinan dan STUNTING.
BACA JUGA: Komnas HAM Sulteng Sebut Penahanan Aktivis Lingkungan In Prosedural dan Desak Kapolres Diperiksa
Kepada sejumlah awak media, dr Herry utarakan, bahwa Dinas yang diembannya saat ini sangat berisan langsung dengan nawacita atau program unggulan Gubernur Sulteng Dr H Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Sulteng dr Reny A Lamadjido yakni BERANI SEHAT.
BACA JUGA: SMAN 3 Palu Raih Adiwiyata Sekolah Nasional 2025, Kepsek: Disiplin Hidup bersih
“Ada program inovasi yang akan kami lakukan dalam waktu dekat. Kemudian saya sudah tadi koordinasi dengan seluruh staf, pegawai, Kepala Bidang, Sekretaris, Kasub program, bahwa kami akan turun ke lapangan atau penetrasi ke bawah dan Insya Allah kami bawah data-data penunjang. Diantaranya soal data yang berkaitan dengan kemisikinan dan stunting,” ungkap dr Kadis DP2KB Sulteng kepada redaksi Filesulawesi.com, saat ditemui di ruangannya, Selasa (6/1/2026) siang.
“Ada dua pokok penting yang harus kami fokus yaitu bagaimana peran P2KB dalam mengurangi atau pengentasan kemiskinan kemudian juga stunting,” sambungnya meyakinkan.
Kemudian, ia melanjutkan, di setiap OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tentu ada keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Namun, dengan keterbatasan anggaran yang ada itulah tidak menghalangi untuk bekerja maksimal sebagaimana yang diharapkan oleh Gubernur dan Wagub Sulteng, untuk lebih maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat, terkhusus masyarakat miskin pada tahun ini.
“Karena anggaran terbatas, kami maksimalkan apa yang ada di saat ini. Saya sudah sampaikan kepada seluruh staf dan pegawai serta pejabat, bahwa dengan keterbatasan kita harus maksimal. Kenapa saya katakan maksimal, ini tidak memikirkan banyak sedikit tetapi bagaimana peran kita sebagai ASN untuk melayani masyarakat, ini paling penting sekarang,” bebernya.
“Tanpa turun kebawah dengan melihat data dan sebagainya itu sangat sulit (Kalau kita hanya mendapatkan laporan dan sebagainya). Insya Allah dengan turun ke lapangan, dengan melibatkan pihak eksternal untuk ikut bersama termasuk melibatkan pihak swasta, dengan tujuan melakukan tindakan positif, memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin dan mengentaskan stunting, maka semuanya akan berjalan dengan baik nantinya,” pungkasnya.zal






