KONI Sulteng Sebut Tidak Ada Politisasi Kisruh di KONI Kota Palu

Penyerahan SK Kepengurusan KONI KOta Palu periode 2025-2029 oleh pengurus KONI Sulteng. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan bahwa polemik yang terjadi di tubuh KONI Kota Palu murni merupakan dinamika organisasi dan tidak mengandung unsur politisasi.

BACA JUGA: Pemkot Palu Apresiasi Penyerahan SK Kepengurusan KONI Kota Palu Oleh KONI Sulteng

Bacaan Lainnya

Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di ruang pertemuan KONI Sulteng, Rabu (4/3/2026) siang, dengan agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua KONI Kota Palu terpilih, Reynold Kasrudin, untuk periode 2025–2029. SK tersebut diterima langsung oleh Sekretaris KONI Kota Palu, Akram, disaksikan sejumlah pengurus KONI Kota Palu dan KONI Sulteng.

BACA JUGA: Komitmen Penegakan Norma Ketenagakerjaan dan Iklim Investasi yang Sehat di Sulteng

Petinggi KONI Sulteng, Helmy Umar, dalam keterangannya menegaskan bahwa sengketa yang sempat mencuat beberapa waktu lalu merupakan bagian dari proses demokrasi di dalam organisasi.

“Tidak ada sedikitpun politisasi di dalamnya. Kalaupun berkembang dan beredar, saya kira mungkin itu persepsi dari luar. Tetapi tidak ada sedikitpun politisasi dalam hal ini,” ujar Helmy.

Ia menjelaskan, dalam proses demokrasi yang berlangsung, terdapat pihak yang mengajukan gugatan sehingga KONI Sulteng harus menyikapinya secara hati-hati dan sesuai mekanisme organisasi.

“Karena dalam proses-proses demokrasi kemarin ini memang ada yang menggugat sehingga kami tidak bisa tutup mata. Kami harus melayani itu dan tetap menyahuti. Makanya dalam memutuskan kami berhati-hati,” tambahnya.

Untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan, bidang hukum KONI Sulteng melakukan koordinasi dengan KONI Pusat. Dari hasil koordinasi tersebut, terbit surat rekomendasi yang pada intinya membatalkan keputusan sebelumnya.

Helmy menjelaskan, secara struktur, KONI Pusat berperan sebagai pembina dan pemberi arahan kepada KONI di daerah. Berdasarkan dinamika yang berkembang, KONI Sulteng sempat mengeluarkan surat keputusan penunjukan caretaker guna menjaga stabilitas organisasi.

Namun, setelah terbit surat rekomendasi dari KONI Pusat, KONI Sulteng mematuhi arahan tersebut agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Dan perintahnya kita (KONI Sulteng) segera mengeluarkan SK dan melantik Ketua KONI Kota Palu terpilih,” tutup Helmy.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *