PALU, FILESULAWESI.COM – SMP Negeri 7 Palu menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (11/7/2026).
BACA JUGA: Kuasa Hukum Korban Minta Bupati Sigi Evaluasi Oknum Aparat Desa
Kegiatan yang diawali dengan pra-MPLS pada Senin tersebut diikuti oleh 170 siswa baru yang terbagi dalam lima rombongan belajar.
Ketua Panitia MPLS, Yuliarsih, S.Pd, mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS dirancang untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan karakter positif sejak hari pertama masuk sekolah.
BACA JUGA: Kasus Penjualan Tanah Ganda di Kalukubula Kabupaten Sigi Dilaporkan ke Polisi
Selama lima hari pelaksanaan, siswa menerima berbagai materi dari narasumber eksternal. Materi tersebut meliputi penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang disampaikan Kepala SDN 3 Birobuli, edukasi kesehatan remaja dari Dinas Kesehatan Kota Palu, serta mitigasi bencana dari BPBD Kota Palu.
Menurut Juliarsih, materi kesehatan remaja menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bekal memasuki masa remaja.
Sementara itu, melalui simulasi kebencanaan, siswa diperkenalkan pada jalur evakuasi, titik kumpul, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi.
“Semoga dengan menerima materi selama lima hari dalam pelaksanaan MPLS Ramah, mereka dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran, bersikap disiplin, menaati tata tertib sekolah, serta membudayakan LISAPU atau Lihat Sampah Kumpul di lingkungan SMPN 7 Palu,” ujarnya kepada redaksi Filesulawesi.com, Sabtu (11/7/2026).
Pengenalan kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi bagian penting dalam MPLS. Kakak kelas menampilkan berbagai kegiatan, seperti taekwondo, PMR, dan Pramuka, agar siswa baru dapat mengenali serta memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 7 Palu, Rahmawati, S.Pd, M.Pd, turut menjelaskan, bahwa seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah. Selain membekali siswa, sekolah juga melibatkan orang tua melalui kegiatan pembinaan pada hari pertama pelaksanaan MPLS.
Sekolah, kata Rahmawati, menerapkan sejumlah pembiasaan positif, di antaranya program METOMUNAKA (Menjemput Siswa atau Bertatap Muka), budaya 5S, pembiasaan hidup bersih sebagai sekolah Adiwiyata, kegiatan keagamaan, serta penegakan tata tertib.
Ia berharap, berbagai program tersebut mampu membentuk karakter peserta didik yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan nilai-nilai dalam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Diakhir keterangannya, Rahmawati juga mengungkapkan begitu tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 7 Palu. Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, jumlah pendaftar mencapai 225 orang. Namun, karena keterbatasan rombongan belajar, sekolah hanya dapat menerima 170 siswa.
“Kami bersyukur kepercayaan masyarakat terus meningkat. Meski demikian, keterbatasan rombel membuat kami belum dapat menampung seluruh calon peserta didik yang ingin bersekolah di SMPN 7 Palu,” pungkasnya.zal






