PALU, FILESULAWESI.COM – Jam raksasa Masjid Baitul Khairaat Palu yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 skala Richter (SR) pada Juni 2026, kini mulai diperbaiki.
BACA JUGA: Kontingen Kota Palu Ikut Perhelatan JAMNAS-XII pada 14-21 Agustus di Cibubur
Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, kepada awak media ini, Selasa (11/8/2026).
BACA JUGA: Lurah dan Camat se-Kota Palu Diminta Jaga Kondusivitas Keamanan dan Ketertiban
Kadis Andi Ruly menyampaikan, bahwa pihak vendor telah mengirimkan tiga teknisi untuk melakukan perbaikan terhadap jam raksasa yang menjadi salah satu ikon Masjid Baitul Khairaat tersebut.
“Alhamdulillah, tim PT Yasa Persada Nusantara sebagai vendor jam raksasa Masjid Baitul Khairaat telah mengirimkan tiga teknisinya untuk melakukan perbaikan jam terbesar di Indonesia,” urai Kadis Cikasda Sulteng kepada redaksi Filesulawesicom.
Ia menjelaskan, kerusakan jam tersebut terjadi setelah gempa bumi berkekuatan 6,7 SR yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Juni 2026.
Dampak gempa menyebabkan sejumlah komponen jam mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi secara normal.
Tiga teknisi dari PT Yasa Persada Nusantara tiba di Palu pada 7 Agustus 2026. Setelah kedatangan, para teknisi langsung melakukan pemeriksaan dan perbaikan secara intensif.
“Teknisi bekerja selama lima hari sejak kedatangan tanggal 7 Agustus 2026 dan secara marathon melakukan perbaikan serta penggantian alat yang rusak agar jam dapat berfungsi normal kembali,” jelasnya.
Menurut Kadis Andi Ruly, perbaikan dilakukan secara menyeluruh dengan mengganti sejumlah komponen yang mengalami kerusakan akibat dampak gempa. Langkah tersebut dilakukan agar jam raksasa dapat kembali beroperasi dengan baik.
Pihaknya berharap, proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga jam raksasa Masjid Baitul Khairat kembali berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat menjadi bagian penting dari kawasan Masjid Baitul Khairaat.zal










