Program Berani CERDAS dan Berani SEHAT Dirasakan Masyarakat

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido. FOTO: IST

Orang Tua di Sulteng: Program Ini Sangat Membantu

PALU, FILESULAWESI.COM — Pendidikan dan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi negara.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Pria di Mepanga Diamankan dengan Barang Bukti 55,34 Gram

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan periode 2025-2029.

BACA JUGA: Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Kekerasan di Pos Security Metro

Melalui program BERANI CERDAS Sulteng NAMBASO (Anak “Miskin” Bisa Sekolah), pemerintah provinsi memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, mulai dari jenjang SMA dan sederajat hingga perguruan tinggi, termasuk S1, S2 dan S3 sesuai ketentuan program.

Program tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah orang tua siswa dan mahasiswa karena dinilai mampu meringankan beban keluarga dalam membiayai pendidikan anak.

Salah satunya disampaikan Jemmy, orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, kepada media ini, Kamis (3/9/2026), melalui sambungan telepon.

“Jadi orang tua tidak perlu lagi berpikir biaya sekolah dan kuliah bagi anak-anaknya, khusus yang ekonominya masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4. Kita patut bersyukur dengan kehadiran negara atau pemerintah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang memprogramkan dan merealisasikan biaya pendidikan bagi warganya,” ujar Jemmy.

Menurutnya, keberadaan BERANI CERDAS sangat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Ia berharap bantuan tersebut dibarengi dengan pengawasan dan pendampingan agar para penerima manfaat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Tinggal anak-anak kita dipantau dan diawasi agar benar-benar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi putra-putri daerah ini yang putus sekolah hanya karena biaya pendidikan terbatas,” katanya.

Jangkau Puluhan Ribu Mahasiswa

Program BERANI CERDAS pada tahap awal disebut telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar pada 2025.

Jumlah penerima manfaat diproyeksikan terus bertambah seiring perluasan pendaftaran dan kuota pada 2026, termasuk untuk jenjang S2, S3, dokter spesialis serta bantuan penyelesaian studi.

Di Universitas Tadulako (Untad), misalnya, sebanyak 10.768 mahasiswa tercatat berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng pada Januari 2026.
Sementara di UIN Datokarama Palu terdapat 2.173 mahasiswa yang telah masuk daftar tunggu pencairan.

Adapun data penerima dari sejumlah perguruan tinggi lainnya masih menunggu proses validasi dan rekapitulasi, termasuk perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah maupun mahasiswa Sulteng yang menempuh pendidikan di luar daerah seperti Universitas Hasanuddin maupun sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa.

Secara keseluruhan, program BERANI CERDAS disebut telah menjangkau 23.569 penerima pada fase pendataan awal dan terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi.

BOSDA untuk SMA, SMK dan SLB
Selain beasiswa perguruan tinggi melalui BERANI CERDAS, Pemprov Sulteng juga menyediakan dukungan pendidikan melalui skema BOSDA bagi siswa SMA, SMK dan SLB.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, mengatakan BOSDA berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta.

“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, ada sekitar 453 sekolah. Tidak ada pakai desil,” jelas Firmanza.

Dukungan pemerintah juga mencakup siswa kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta, termasuk bantuan seragam sekolah.

Untuk siswa SMK, pemerintah juga menanggung biaya praktik kerja industri (prakerin) dan uji kompetensi (ukom) sesuai ketentuan program, termasuk dukungan pendidikan untuk kebutuhan daerah seperti dokter spesialis.

BERANI SEHAT Jadi Pendamping

Menurut Jemmy, perhatian pemerintah tidak hanya terlihat pada sektor pendidikan, tetapi juga melalui program BERANI SEHAT yang memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menilai BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT merupakan dua program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, baik di perkotaan maupun hingga wilayah pelosok.

“Kalau masih ada yang nyinyir soal pelaksanaan program BERANI CERDAS dan SEHAT Gubernur dan Wagub Anwar Hafid-Reny Lamadjido, maka itu dapat dipastikan orang iri, belum bangkit dari kekalahan dalam kontestasi politik atau mungkin kecewa karena permintaan pribadinya belum dipenuhi. Tapi yang pasti secara umum kita patut mengapresiasi keberhasilan Anwar-Reny dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Terlepas dari berbagai penilaian politik, Jemmy berharap program tersebut terus dilaksanakan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Anwar Hafid Fokus Bangun SDM
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya.

Ia mengakui pembangunan fisik memang penting, namun dirinya ingin meninggalkan dampak yang lebih panjang melalui peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia, anak-anak Sulteng dengan memberikan biaya pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB untuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4, dan untuk perguruan tinggi mulai dari S1, S2 dan S3,” jelas Anwar.

Menurutnya, pelaksanaan BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Sulawesi Tengah melalui penganggaran dalam APBD.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulteng yang memberikan dukungan sekaligus kritik terhadap pelaksanaan sembilan program BERANI.

“Kami berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketua, wakil ketua, seluruh fraksi dan anggota DPRD Sulteng yang telah mensupport dan mengkritisi program 9 BERANI selama pemerintahan kami,” tutur Anwar.

Pendidikan sebagai Hak Dasar

Kehadiran program beasiswa tersebut dinilai memberikan harapan baru bagi keluarga yang selama ini menghadapi kendala biaya pendidikan.

Bagi sebagian keluarga, biaya kuliah menjadi salah satu beban ekonomi terbesar ketika anak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dengan adanya bantuan pemerintah, beban tersebut diharapkan dapat berkurang sehingga semakin banyak anak Sulawesi Tengah dapat menyelesaikan pendidikan tinggi.

Sejumlah penerima manfaat juga berharap program BERANI CERDAS terus dilanjutkan hingga mahasiswa menyelesaikan studinya serta cakupan penerima diperluas.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita menjadikan pendidikan sebagai jalan peningkatan kualitas manusia dan membuka peluang bagi lahirnya generasi terdidik dari Sulawesi Tengah.

Dalam perspektif Islam, perintah untuk membaca dan belajar tercermin dalam wahyu pertama yang diawali dengan kata “Iqra’”, yang secara luas dapat dimaknai sebagai dorongan untuk membaca, mempelajari, memahami dan menggali pengetahuan sebagai bagian dari upaya membangun peradaban manusia.

Sementara dalam konstitusi Indonesia, hak memperoleh pendidikan ditegaskan dalam Pasal 31 UUD 1945.

Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar yang pembiayaannya menjadi kewajiban pemerintah.

Konstitusi juga mengamanatkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Karena itu, keberadaan program pendidikan daerah seperti BERANI CERDAS diharapkan tidak sekadar menjadi program bantuan, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah.

Harapannya, BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah, di mana pun mereka berada, sekaligus mewujudkan cita-cita “Satu Rumah Satu Sarjana” dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *