Reses Terakhir di Kelurahan Taipa, Anleg Ulfa Hadirkan OPD Teknis Serap Aspirasi Warga

Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Kota Palu, Ulfa. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Kota Palu, Ulfa, melaksanakan kegiatan Reses atau serap aspirasi pada malam terakhir di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Jumat (6/2/2026) malam.

BACA JUGA: Selamatkan Masa Depan Anak, Wagub Sulteng Buka Skrining Jantung Bawaan di Palu

Bacaan Lainnya
M. Ridha Saleh

Dalam pelaksanaan reses tersebut, Anleg Ulfa menghadirkan sejumlah pejabat teknis di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, di antaranya perwakilan Kelurahan Taipa, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu.

BACA JUGA: Komnas HAM Sulteng Desak Aparat Tangkap Pelaku Tambang Ilegal Gunakan Sianida dan Merkuri

Selain OPD teknis, kegiatan reses juga dihadiri tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Ketua RT/RW, serta warga Kelurahan Taipa yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan di wilayahnya.

Anleg Ulfa dalam arahannya menjelaskan, bahwa reses merupakan momentum penting bagi Anggota DPRD untuk menjaring aspirasi sekaligus menggali persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Reses ini tujuannya untuk belanja masalah di tengah masyarakat. Banyak persoalan yang selama ini belum jelas harus ke mana dan bagaimana solusinya. Karena itu malam ini saya sengaja menghadirkan OPD teknis agar masyarakat bisa langsung mendapat penjelasan dan solusi,” ungkap Ulfa kepada redaksi Filesulawesi.com.

Kemudian Ulfa menjelaskan alasan menghadirkan masing-masing OPD. Seperti Disdukcapil untuk menjawab persoalan administrasi kependudukan, termasuk kasus anak di bawah umur yang belum memiliki KTP hingga persoalan pencatatan sipil lainnya.

Sementara Damkar, katanya melanjutkan, dihadirkan untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait penanganan kebakaran maupun bantuan kemanusiaan. Seperti evakuasi hewan berbahaya yang masuk ke rumah warga.

“Kalau sakit ke dinas kesehatan, persoalan kartu ke dinas sosial, dan untuk infrastruktur tentu ke Dinas PU. Semua OPD hadir sesuai tupoksi masing-masing agar masyarakat tidak bingung,” jelasnya.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang warga Kelurahan Taipa menyampaikan sejumlah persoalan krusial, di antaranya genangan air hujan yang masuk ke area masjid akibat drainase sepanjang kurang lebih 25 meter yang perlu dilakukan perbaikan. Meski telah berulang kali diusulkan melalui Musrenbang.

Warga juga mengeluhkan kondisi posyandu di Kelurahan Taipa yang tersebar di lima RW, namun dinilai tidak layak pakai karena keterbatasan fasilitas dan sarana pendukung.

Selain itu, kerusakan jalan di wilayah Kayuvelo dan Lorong Yance turut menjadi sorotan warga. Pekerjaan jalan yang hanya dilakukan sebagian dinilai belum memberikan akses maksimal, termasuk menuju lokasi posyandu.

Persoalan lampu jalan juga disampaikan warga, khususnya di wilayah Batuoke dan sekitar masjid. Sejumlah titik penerangan belum terpasang lampu, sementara beberapa lampu yang ada dilaporkan dalam kondisi mati dan belum diperbaiki.zal

Kasatker
Kadishub Kota Palu
Kakan Kemenag Kota Palu
Kepala Dinas Sosial Kota Palu
Camat Tatanga
Kepala Bapenda Kota Palu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *