PALU, FILESULAWESI.COM — Menjelang pelaksanaan Buka Puasa “Sulteng Nambaso” yang mempertemukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, unsur TNI–Polri, dan masyarakat luas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan kesiapan pengamanan. Instansi tersebut menerjunkan empat pleton personel yang dibagi dalam lima tim tugas.
BACA JUGA: Situs Megalit dan Taman Nasional Terancam Akibat Adanya Aktivitas Ilegal di Dongi-Dongi
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, pukul 16.30 Wita itu akan dipusatkan di halaman depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah dan sepanjang Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kota Palu. Perkiraan kehadiran puluhan ribu masyarakat menjadikan pengamanan tidak sekadar rutinitas, melainkan bagian dari tanggung jawab menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, sebagaimana mandat tugas dan fungsi Satpol PP.
BACA JUGA: Komnas HAM Sulteng Desak Usut Tuntas Dugaan Pungli di SMAN I Balinggi Parigi Moutong
Berdasarkan siaran pers Satpol PP yang diterima redaksi, pengamanan disusun berbasis pemetaan wilayah dan potensi kerawanan. Empat pleton personel dibagi ke dalam lima tim dengan rincian tugas yang terukur, mencakup sektor depan, tengah, hingga belakang kompleks kantor gubernur serta ruas jalan utama yang menjadi titik konsentrasi massa.
Tim I ditempatkan pada sektor VIP/VVIP sebelah utara, meliputi pintu masuk halaman depan sebelah utara serta sepanjang Jalan Dr. Sam Ratulangi arah Kantor Kejaksaan Tinggi, Bank Indonesia, Dinas ESDM, hingga Rumah Kediaman Gubernur. Area ini menjadi salah satu titik vital karena menjadi jalur kedatangan tamu undangan dan pejabat.
Tim II bertanggung jawab pada sektor VIP/VVIP sebelah selatan, termasuk pintu keluar halaman depan sebelah selatan dan sepanjang Jalan Dr. Sam Ratulangi arah Hotel Grand Sya, Bank Panin, Travel Babusalam, hingga traffic light perempatan Jalan Cik Ditiro – H. Hayun. Pengaturan arus keluar-masuk kendaraan menjadi fokus utama tim ini guna mencegah kepadatan lalu lintas saat waktu berbuka mendekat.
Tim III disiagakan pada sektor tengah halaman kantor gubernur, termasuk sisi kanan-kiri jalan lingkungan kantor, serta area sekitar Jalan Dr. Sam Ratulangi depan Kantor Gubernur, DPRD Sulteng, dan Kantor Polres Palu. Posisi ini dinilai strategis karena menjadi titik konsentrasi massa dan pusat kegiatan seremoni.
Tim IV bertugas mengamankan pintu masuk dan keluar bagian belakang, halaman Pogombo dan sekitarnya, serta sepanjang Jalan Ahmad Yani di belakang kantor gubernur. Jalur ini kerap menjadi alternatif akses, sehingga pengawasan diperlukan untuk memastikan mobilitas tetap terkendali.
Berbeda dari tim lainnya, Tim V mengemban fungsi penunjang ibadah. Mereka bertanggung jawab menyiapkan sarana tempat berwudhu dan memastikan fasilitas ibadah dapat difungsikan dengan baik. Selain itu, tim ini bersifat mobile untuk membantu sektor lain apabila terdapat potensi gangguan yang membutuhkan penguatan personel di lapangan.
Keterlibatan empat pleton personel Satpol PP dalam kegiatan ini menegaskan peran institusi tersebut sebagai perangkat daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah, tetapi juga menjaga ketertiban dalam setiap momentum sosial-keagamaan. Kolaborasi dengan TNI dan Polri menjadi bagian dari pendekatan terpadu demi menciptakan suasana aman, tertib, dan khidmat.
Momentum buka puasa bersama ini tidak semata peristiwa seremonial, melainkan ruang temu antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pengamanan dirancang tidak represif, melainkan humanis dan persuasif, sejalan dengan semangat pelayanan publik.
Di tengah semarak Ramadhan, kehadiran aparat yang sigap namun bersahaja menjadi penanda bahwa ketertiban adalah prasyarat utama bagi kebersamaan. Satpol PP, dengan pembagian tugas yang terstruktur dan kesiapsiagaan penuh, berupaya memastikan kebersamaan itu berlangsung dalam suasana yang aman dan penuh kekhidmatan.(***)






