PALU, FILESULAWESI.COM – Entah apa gerangan yang terjadi, tak ada koordinasi, persiapan infrastruktur on progress, kok tapi tiba-tiba KORMI Pusat membatalkan sepihak. Dimana Sulawesi Tengah gagal sebagai Tuan Rumah pelaksanaan FORNAS ke-IX tahun 2027.
BACA JUGA: Jangkau Semua Kalangan, LPS Tuntaskan Kegiatan Edukasi Literasi Keuangan di Kota Palu
Perhelatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX Tahun 2027 merupakan salah satu bagian dari induk organisasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional.
BACA JUGA: Pemprov Sulteng Kecewa KORMI Pusat Batalkan Status Tuan Rumah FORNAS 2027
Kekecewaan pasti sangat melukai hati masyarakat Sulawesi Tengah, terkhusus bagi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Sulteng dr Reny A Lamadjido, serta jajaran Pemrov Sulteng, yang sejak awal Sulawesi Tengah ditunjuk sebagai tuan rumah FORNAS 2027, begitu sangat mendukung atas penyelenggaraan even berskala nasional tersebut di bumi kelor, Kota Palu serta sejumlah kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah.
Bentuk kekecawaan terbesar Gubernur Sulteng ialah bahwa surat yang menjadi dasar keputusan KORMI Pusat berasal dari KORMI Sulawesi Tengah dan disampaikan tanpa sepengetahuan maupun koordinasi dengan dirinya sebagai kepala daerah.
“Surat yang dijadikan dasar oleh KORMI Pusat berasal dari KORMI Sulawesi Tengah, tetapi tidak pernah dikoordinasikan maupun disampaikan kepada saya sebagai kepala daerah. Karena itu, kami menilai keputusan pembatalan ini diambil secara sepihak dan tidak melalui mekanisme komunikasi yang semestinya.” tegas Anwar Hafid, dikutip dari redaksi Filesulawesi.com, tayang hari Sabtu (1/8/2027), dengan judul berita: Pemprov Sulteng Kecewa KORMI Pusat Batalkan Status Tuan Rumah FORNAS 2027.
Sementara itu, disisi lain terkait persiapan Infrastruktur pendukung, kepada awak media ini, penanggung jawab pelaksanaan Infrastruktur sekaligus Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Andi Ruly Djanggola, menyampaikan, bahwa saat ini aktivitas pembangunan infrastruktur yang sudah dikerja di lokasi Hutan Kota Palu ialah jalan Lingkar dengan menggunakan anggaran 4 miliar rupiah.
“Jalan lingkar dikerjakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng dengan nilai anggaran 4 M,” ungkap Andi Ruly Djanggola.
“Selanjutnya, pekerjaan ruang terbuka hijau dengan beberapa sarana pendukung. Seperti Ampliteater, Venue olahraga Outdoor seperti airsoft gun, lomba gasing, mini soccer yang akan dimulai pekerjaan pertengahan Agustus dengan total nilai 35 miliar rupiah,” ungkapnya menambahkan.
Kesiapan infrastruktur pendukung tentunya, sambung Andi Ruly Djanggola, bahwa benar-benar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat mendukung penuh atas perhelatan pelaksanaan FORNAS ke-IX tahun 2027.
“Pemda sudah siapkan semua fasilitas pendukung di hutan kota. Namun yang menjadi masalah, kenapa KORMI Nasional membatalkan Sulteng sebagai tuan rumah dengan alibi ada surat dari Kormi daerah sebagai dasar pembatalan,” pungkasnya.zal






