PALU, FILESULAWESI.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah tengah menyiapkan formulasi kepengurusan baru sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang.
BACA JUGA: 59 Paket BPJN XIV Palu Didalami KAK Sulteng, Kepala Balai: Semua Dapat Dipertanggungjawabkan
Fungsionaris DPW PSI Sulteng, Fery Anwar, mengatakan PSI memiliki target untuk memenangkan kontestasi politik di Sulawesi Tengah. Menurutnya, pengalaman politik sebelumnya menjadi salah satu modal untuk menyusun strategi penguatan partai di daerah.
BACA JUGA: Syafiah Basir Disebut Calon Ketua DPW PSI Sulteng, Agus Lamakarate: SK Segera Turun
“Target kami, kami akan menang di Sulawesi Tengah karena kami pernah membuktikan di partai sebelumnya dan mengalahkan partai-partai lama,” kata Fery Anwar kepada redaksi Filesulawesi.com, Senin (28/9/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Fery menilai PSI perlu menggabungkan berbagai kekuatan, termasuk tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang.
“Tidak cukup dengan amunisi yang sekarang. Kita mesti menggabungkan semua amunisi, semua tokoh, supaya PSI di Sulteng bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Fery mengaku optimistis dengan target yang telah ditetapkan. Ia menyebut proses penyusunan tim membutuhkan waktu karena PSI ingin membentuk komposisi kepengurusan yang dinilai mampu menjalankan target partai.
“Kami cukup yakin untuk menang. Itu sebabnya memang kami agak lama menformulasikan tim kami karena target kami cukup besar,” jelasnya.
Secara nasional, kata Fery, PSI menargetkan posisi tiga besar dalam perolehan kursi DPR. Sementara untuk Sulawesi Tengah, PSI menargetkan dapat meraih dua kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Sejalan dengan target tersebut, formulasi kepengurusan baru DPW PSI Sulteng disebut akan menghadirkan sejumlah perubahan. Kepengurusan tersebut nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) setelah proses administrasi selesai.
Fery mengatakan penyusunan kepengurusan baru dilakukan dengan menghimpun sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang profesi dan kelompok masyarakat.
“Kami mengumpulkan semua tokoh dari latar belakang profesi, komunitas, agama, ras, suku, semua kita kumpulkan menjadi satu. Bahwa kita ingin mencari format terbaik dari kepengurusan baru ini dan kami yakini bahwa cukup baik,” pungkasnya.zal












