PALU, FILESULAWESI.COM – Persoalan ketersediaan air bersih dan kebutuhan lapangan pekerjaan menjadi aspirasi utama warga dalam pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago, pada masa persidangan caturwulan III tahun 2026.
BACA JUGA: Alfian Chaniago Soroti Dugaan Kebocoran Distribusi Air PDAM dan Sulitnya Rekrutmen PT CPM
Reses tersebut berlangsung di Jalan Lagarutu, Lorong Dengello 2, Kelurahan Tanamodindi, Kota Palu, Senin (2/11/2026), Dihadiri langsung dari Sekretariat DPRD Kota Palu Koordinator Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Palu I yang meliputi Kecamatan Palu Timur dan Kecamatan Mantikulore, H. Agussalim, S.Sos., serta Yulianti Pakiding, S.Sos., M.Si.
BACA JUGA: Titik Hotspot Karhutla di Sulteng Menurun, Hujan Mulai Bantu Pemadaman
Dalam pertemuan itu, Alfian Chaniago mengatakan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota legislatif untuk menyerap berbagai kebutuhan dan kekurangan yang dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sejumlah persoalan yang dapat disampaikan warga, di antaranya perbaikan jalan dan selokan, jaringan listrik, penerangan jalan, hingga berbagai permasalahan terkait bantuan sosial.
“Lewat reses ini, saya berharap warga bisa memberikan tanggapan atas apa yang terjadi di lingkungan bapak dan ibu sekalian. Tentunya, kita sebagai anggota DPRD di sini hanya mengusulkan kepada pemerintah,” ujar Alfian kepada redaksi Filesulawesi.com.
Ia berharap, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat dituangkan dalam usulan reses sehingga bisa dikawal dalam perencanaan program pemerintah daerah.
“Saya berharap usulan-usulan itu bisa dituangkan di dalam reses aspirasi ini. Sehingga kita bisa mengawal dalam rencana program pemerintah,” tambahnya menjelaskan.
Warga Minta Pengadaan Sumur Suntik
Dalam sesi tanya jawab, salah seorang warga Kelurahan Tanamodindi, Mikraj, menyoroti dampak efisiensi anggaran pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program pembangunan di daerah.
Ia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat melalui program yang dapat direalisasikan dengan anggaran relatif kecil.
Salah satu usulan yang disampaikan ialah pengadaan sumur suntik untuk wilayah RT 5 dan sejumlah RT lainnya di Kelurahan Tanamodindi.
Menurut Mikraj, kondisi sejumlah sumur yang mulai mengering membuat warga kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sumur banyak yang sudah kering, masyarakat sudah banyak yang menjerit dengan air. Saya rasa yang paling tepat untuk dibantu dengan anggaran-anggaran yang kecil yaitu untuk pengadaan sumur suntik,” ungkapnya.
Selain persoalan air bersih, Mikraj juga mengusulkan adanya program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kalangan ibu rumah tangga.
Ia berharap, pemerintah dapat memfasilitasi pembentukan kelompok usaha penjualan sayur masak sebagai salah satu upaya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Selanjutnya yang perlu dibantu ialah dengan membuka lapangan pekerjaan. Ekonomi juga menjerit. Barangkali dari kalangan ibu-ibu bisa dibantu atau dipenuhi permintaan mereka dengan cara dibentuknya kelompok usaha penjualan sayur masak, sehingga bisa meningkatkan ekonomi mereka,” jelasnya.
Alfian Sebut Usulan Sumur Suntik Pernah Diajukan
Menanggapi aspirasi tersebut, Alfian Chaniago mengakui bahwa persoalan air bersih merupakan kebutuhan mendasar dan mendesak yang harus mendapat perhatian pemerintah.
Ia mengungkapkan, pengadaan sumur suntik sebenarnya telah diusulkan untuk sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Tanamodindi. Namun, menurut dia, usulan tersebut belum mendapat persetujuan dari Pemkot Palu.
“Hanya saja, usulan ini kita juga tidak mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kota Palu. Saya juga tidak tahu alasannya apa sehingga ini bisa ditolak. Padahal, air ini adalah sumber kehidupan kita,” ungkap Alfian.
Ia berharap, persoalan air bersih yang dikeluhkan masyarakat dapat menjadi perhatian serius dalam perencanaan program pembangunan daerah, sehingga kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi.zal









