Hasil Audit BPKP, Saham PT. CNE Nol, Tidak Bisa Bangun Mall Tatura Palu

Area lokasi pembangunan Mall Tatura Palu yang terhenti. FOTO : Mohammad Rizal/FileSulawesi.com

Stigma Pembangunan Dihambat Pemkot Palu, Itu Keliru Besar

PALU, FILESULAWESI.COM – Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan kembali Mall Tatura Palu (MTP), pascabencana alam 28 September 2018 silam, yang menghancurkan dan merobohkan struktur bangunan, telah dilakukan pada 20 Februari 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Setelah peletakan batu pertama pembangunan, maka dimulailah pembangunan struktur bangunan bagian bawah Mall Tatura Palu, beralamat di sekitar jalan Monginsidi, kelurahan Tatura Utara, kecamatan Palu Selatan, kota Palu.

Bahkan, terlihat ketika itu banyak mendatangkan tenaga kerja dari luar kota Palu (pulau Jawa), untuk memastikan bahwa Mall Tatura Palu, bisa kembali berdiri kokoh dan sebagai ikon kota Palu dari segi pembangunan ekonomi di kota Palu.

Pembangunan Mall Tatura Palu pun ditarget 18 bulan dari peletakan batu pertama. Diperkirakan, akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022, mega proyek pembangunan Mall Tutura Palu, sudah bisa dinikmati oleh masyarakat kota Palu.

Namun, ternyata, proyek pembangunan Mall Tatura Palu, yang diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 325 miliar rupiah tersebut, terhenti.

Desas desus terhentinya progres pembangunan pun merebak di tengah-tengah masyarakat. Hal ini terlihat, karena tahapan proses pembangunan struktur bagian bawah tidak berlanjut. Bahkan kini, menjadi kubangan air, jika intensitas hujan cukup tinggi dan menggenangi lokasi proyek yang mangkrak tersebut.

Untuk memastikan sebab dari terhentinya cukup lama pembangunan Mall Tatura Palu, hingga memasuki akhir dari tahun 2023, lalu kapan dimulai pembangunan kembali, awak media ini meminta keterangan resmi kepada Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, dr. Husaema, MM, M.Kes.

Kepada awak media, dr. Husaema mengatakan, bahwa sebenarnya, setelah mempelajari dengan seksama, hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), diketahui saham milik PT. CNE yang dipercayakan untuk membangun kembali Mall Tatura Palu, tidak ada atau alias NOL.

“Setelah saya membaca dengan baik, bahwa saham PT.CNE tidak ada alias Nol. Menurut dia ada 0,4 persen, tetapi pemahaman saya, setelah saya pelajari, Nol. Ini pemeriksaan BPKP disikapi oleh pemerintah. BPKP sampaikan, sahamnya PT. CNE Nol, jadi kita mau apa. Berdasarkan hasil dari BPKP, kata direktur PT.CNE ada saham 0,4 persen alias 750 juta rupiah, itu tidak ada, Nol,” urainya kepada FileSulawesi.com.

Menurutnya, jika PT CNE memiliki saham minimal 750 juta rupiah atau 1 miliar rupiah, tentunya bisa berlanjut untuk RUPS dan kemungkinan besar bisa berlanjut untuk pembangunan Mall Tatura Palu kembali.

“Kalau misalnya PT. CNE mau masukkan sahamnya, sebenarnya jalan sudah, atau lanjut sudah itu pembangunan,” katanya.

“Sahamnya itu adalah sertifikat yang dijaminkan di bank, sudah diambil sama pak Hidayat. Hidayat menjaminkan sertifikatnya di bank BNI. Setelah sertifikatnya sudah lunas utang, sehingga dia ambil sudah semua jaminannya. Jaminan di BNI sekaligus saham, begitu dia sudah ambil, yah, nol,” katanya menambahkan.

Menurutnya, pemerintah kota Palu kebingungan bermitra dengan pemilik saham yang tidak ada, untuk pembangunan Mall Tatura Palu.

Disisi lain, PT.CNE merupakan mitra pemerintah kota Palu, yang telah lama dan diharapkan bisa memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan ekonomi di kota Palu, melaui pembangunan Mall Tatura Palu.

“Kalau kita cari yang lain lagi, itu mulai dari nol lagi. Sementara sekarang yang sudah bermitra dengan pemerintah, kan PT. CNE. Tidak terlalu sulit untuk membangun mitra lagi. Sebenarnya, ini miss interpretasi, karena PT.CNE sampaikan sahamnya ada, BPKP sampaikan sahamnya Nol, ini saat dilakukan pemeriksaan BPKP,” ujarnya.

Lalu bagaimana solusinya sehingga pembangunan Mall Tatura Palu bisa berlanjut kembali. Dikatakannya, PT.CNE yang dipercayakan oleh pemerintah kota Palu untuk bangun Mall Tatura Palu, untuk segera menanamkan sahamnya.

Sehingga, dengan adanya saham tersebut, ini bisa memberikan ruang untuk segera terbangunnya kembali Mall Tatura Palu.

“Saya menghimbau kepada PT. CNE untuk ada tanam saham, minimal 1 miliar rupiah. Sehingga saham itu bisa bermitra dengan pemerintah, sehingga silahkan PT.CNE mencari investor, sehingga pembangunan bisa berjalan. Tapi kalau tidak ada saham, bagaimana mau membangun. Selama tidak ada saham dari PT. CNE, maka selama itu pula Mall tidak akan terbangun,” ungkap dr. Husaema.

Kemudian, dr. Husaema menekankan, berbagai ragam pendapat, isu, desas-desus, yang mengarah kepada pemerintah kota Palu, yang di anggap menghambat pembangunan Mall Tatura Palu hari ini, hal ini tidak benar adanya.

“Asumsi dari masyarakat bahwa Pemkot yang menghambat, sebenarnya tidak, itu keliru besar. Karena kita menunggu sahamnya PT.CNE, ini yang valid,” jelasnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *