PALU, FILESULAWESI.COM – SMA Negeri 6 Palu sukses melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027.
BACA JUGA: Empat Tim Terbaik Perebutkan Tiket ke Partai Puncak
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, sejak 6 hingga 10 Juli 2026 tersebut, dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menggali potensi dan karakter mereka sejak hari pertama.
BACA JUGA: Satbinmas Polres Parigi Moutong Bentengi Pelajar dari Narkoba dan Kenakalan Remaja
Ditemui di ruangannya, Kepala SMAN 6 Palu, Hj. Halimatang, S.Pd, M.PFis, menekankan, bahwa MPLS Ramah tidak hanya berfokus pada pengenalan sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter, penguatan budaya positif, serta penanaman nilai kebersamaan di kalangan siswa baru.
Selama pelaksanaan MPLS, lanjut Kepsek, para siswa diberikan kesempatan menampilkan bakat dan talenta yang dimiliki. Menurut Kepsek Halimatang, kegiatan tersebut bertujuan agar sekolah dapat mengenali kompetensi awal peserta didik sehingga pembinaan dan pengembangan prestasi dapat dilakukan secara lebih terarah.
Setiap pagi, seluruh peserta mengikuti kegiatan “Pagi Ceriah” yang menjadi ciri khas pelaksanaan MPLS Ramah di SMAN 6 Palu.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Senam Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan dengan doa bersama, menyanyikan lagu Rukun Sama Teman, Mars SMAN 6 Palu, dan diakhiri dengan doa sebelum memasuki sesi pembelajaran di kelas.
“Ini dilaksanakan setiap hari selama pelaksanaan MPLS sebelum materi masuk di dalam kelas,” ujar Halimatang kepada Filesulawesi.com, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh materi MPLS disampaikan oleh tenaga pendidik internal yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Materi mengenai kebijakan, program, serta visi sekolah disampaikan langsung oleh kepala sekolah. Sementara itu, pengenalan tata tertib dan budaya positif dibawakan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan bersama guru senior.
Para siswa juga mendapatkan materi Gerakan Indonesia Asri yang dipadukan dengan program Adiwiyata melalui tema “Aku dan Sekolahku”.
Selain itu, sekolah memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan perundungan melalui materi “Rukun Sama Teman” yang dibawakan oleh guru-guru yang telah mengikuti pelatihan fasilitator anti-bullying tingkat nasional.
Tidak hanya itu, siswa dibekali wawasan tentang pemanfaatan teknologi digital dan etika bermedia sosial yang baik. Materi ini disampaikan oleh guru bidang Informatika, yang juga menjadi narasumber program Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir, para calon murid baru secara resmi dikukuhkan sebagai siswa SMAN 6 Palu. Ia menilai, pelaksanaan MPLS maupun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari seluruh warga sekolah.
Di akhir kegiatan, ia berpesan, agar seluruh siswa senantiasa menjaga nama baik dan marwah civitas akademika SMAN 6 Palu.
Menurutnya, para siswa memiliki potensi besar untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Hal itu terbukti dengan keberhasilan tim sekolah meraih Juara II pada Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia SPMB dan MPLS, Amirudin, M.Pd, mengungkapkan, bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 6 Palu terus meningkat. Tingginya animo terlihat dari banyaknya pendaftar melalui jalur zonasi, prestasi, maupun afirmasi.
Ia berharap, kepercayaan yang telah diberikan orang tua dapat terus dipertahankan. Menurutnya, seluruh SMA di Kota Palu memiliki kualitas yang baik, dan SMAN 6 Palu terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang unggul serta melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing di masa depan.zal






