PALU, FILESULAWESI.COM – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, SH, M.Si, memberikan tanggapan terkait kericuhan yang terjadi di lingkungan SMKN 2 Palu, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Listrik Prabayar Bantu Masyarakat Kontrol Pemakaian dan Pembayaran
Kadis Firmanza menjelaskan, pihak sekolah telah mengambil langkah penyelesaian dengan memfasilitasi mediasi bersama sejumlah kepala sekolah dan kepala madrasah, yang berkaitan dengan para pelajar yang terlibat dalam kejadian tersebut.
BACA JUGA: POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai
Menurutnya, proses mediasi telah menghasilkan kesepakatan bersama sehingga persoalan tersebut diharapkan tidak kembali terjadi.
“Ibu Kepala Sekolah sudah memfasilitasi dan melakukan mediasi dengan kepala-kepala sekolah dan kepala madrasah. Insya Allah menurut kita ini sudah selesai. Mereka sudah membuat perjanjian bersama,” ujar Firmanza kepada redaksi Filesulawesi.com, di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026) siang.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung secara singkat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kericuhan bermula ketika sejumlah siswa SMKN 2 Palu disebut mengalami pemukulan oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor.
“Jadi, kita tidak tahu juga, hanya tiba-tiba saja sekitar lima menit kejadiannya. Katanya ada anak-anak SMKN 2 Palu yang dipukul dengan yang naik motor. Ketika dipukul, justru masyarakat yang membela anak ini,” jelasnya menjelaskan.
Dalam situasi tersebut, terdapat satu unit sepeda motor yang tertinggal di lingkungan SMKN 2 Palu. Kadis Firmanza menyebut, sepeda motor itu sebelumnya hendak diamankan dan dititipkan di kantor polisi.
“Adalah satu motor tertinggal di situ (SMKN 2 Palu), jadi anak-anak di situ melampiaskan kemarahannya. Dan motor itu sebenarnya mau dititip di kantor polisi. Cuma kemarin lupa dibawa oleh polisi sehingga ada di situ, tapi saya kira sudah aman semua,” kata Kadis Firmanza.
Kadis Firmanza menegaskan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah bersama pihak sekolah. Ia berharap langkah pembinaan terhadap siswa dapat diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini juga menjadi bahan kami ke depan supaya kita evaluasi dan kita tiadakanlah,” tegas Kadis Firmanza.
Ia juga mengingatkan, kepala sekolah untuk terus melakukan pembinaan kepada siswa agar mampu menjaga ketertiban serta nama baik sekolah.
“Intinya, kita berharap kepala sekolah ini bisa membina anak-anaknya supaya tidak melakukan hal-hal yang membuat onar, mencoreng nama sekolah,” katanya.
Meski demikian, Firmanza menilai persoalan yang terjadi di SMKN 2 Palu tersebut tidak tergolong sebagai permasalahan yang sangat krusial.
“Kasus atau kejadian yang terjadi di SMKN 2 Palu menurut saya bukan hal-hal yang sangat krusial sekali,” pungkasnya.zal








