Fasilitas Venue di Hutan Kota Palu Selain untuk FORNAS Juga Digunakan untuk Pesparawi 2029

Pelaksana Tugas Harian Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Teguh Haryono. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulawesi Tengah mulai menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) 2027 di kawasan Hutan Kota Palu.

BACA JUGA: Wali Kota Palu Terima Bantuan Program LSDP Senilai 107 M untuk Pengelolaan Sampah

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Harian Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Teguh Haryono, kepada sejumlah awak media, di ruangannya, Selasa (6/10/2026) sore.

Teguh Haryono yang juga sebagai Kepala Bidang Penataan Lingkungan dan Bangunan Gedung, mengatakan, pembangunan fasilitas penunjang FORNAS tersebut telah memasuki tahap kontrak.

BACA JUGA: Waspada Penipuan! Nomor WhatsApp Dicatut Mengatasnamakan Sekda Sulteng

“Untuk pembangunan fasilitas penunjang FORNAS sudah dilakukan penandatanganan kontrak tanggal 16 September 2026. Pemenangnya ialah PT Witada Bangun Gemilang dengan nilai kontrak Rp29,5 miliar,” ujar Pelaksana Tugas Harian Teguh kepada redaksi Filesulawesi.com.

Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk kebutuhan FORNAS 2027. Infrastruktur yang dibangun di kawasan Hutan Kota Palu nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk Pesparawi Nasional XV yang direncanakan berlangsung di Sulawesi Tengah pada 2029.

Teguh menyebut, kapasitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan tersebut dinilai cukup mendukung pelaksanaan agenda berskala nasional dengan jumlah peserta dan masyarakat yang diperkirakan mencapai 50 ribu orang.

“Saya kira kapasitas untuk RTH di lokasi Hutan Kota Palu juga bisa nanti digunakan untuk agenda pelaksanaan Pesparawi Nasional XV yang rencana akan digelar pada tahun 2029 dengan jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan bisa mencapai 50 ribu orang, berasal dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah fasilitas yang akan dibangun tahun ini meliputi tribun beserta atap, panggung, hingga lapangan mini soccer.

“Insya Allah tahun ini kita masih membangun infrastruktur terkait dengan tribun beserta atap, kemudian ada panggung, ada mini soccer,” urainya.

Selain itu, Pemprov Sulteng juga akan melakukan pembangunan jogging track dan penataan kawasan RTH sehingga fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Selain itu juga kita bangun jogging track dan penataan RTH,” tambahnya.

Teguh menegaskan, pembangunan fasilitas di Hutan Kota Palu tidak semata-mata ditujukan untuk pelaksanaan FORNAS 2027.

Setelah FORNAS selesai, seluruh fasilitas tersebut akan tetap dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat, termasuk mendukung pelaksanaan Pesparawi Nasional XV 2029.

“Olehnya itu, saya menekankan kembali bahwa lokasi setelah digelarnya FORNAS 2027 bisa digunakan kembali untuk pelaksanaan Pesparawi XV 2029,” katanya menjelaskan.

Dengan demikian, Pemprov Sulteng tidak perlu kembali membangun venue khusus untuk Pesparawi apabila fasilitas yang tersedia di Hutan Kota Palu dinilai mampu memenuhi kebutuhan kegiatan tersebut.

“Jadi, kita tidak lagi membangun venue khusus. Sisa fasilitas itu yang dimanfaatkan. Artinya, kegiatan yang kita lakukan di Hutan Kota bukan semata-mata terkhusus untuk pelaksanaan FORNAS saja, melainkan fasilitas umum yang digunakan untuk masyarakat umum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan kesiapan daerahnya sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV 2029.

Dalam pemaparannya di hadapan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Jean Marie Tulung, pada Forum Nasional Evaluasi Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dan Perencanaan Awal Pesparawi Nasional XV Tahun 2029 di Hotel Santika Palu, Jumat (2/10/2026) malam, Anwar menyebut Pemprov Sulteng bakal menyiapkan venue berkapasitas hingga 50 ribu orang di kawasan Hutan Kota Palu.

Venue tersebut dirancang tidak hanya untuk Pesparawi, tetapi juga dapat menjadi fasilitas pendukung berbagai event berskala besar di Sulawesi Tengah.

Dengan konsep pemanfaatan berkelanjutan tersebut, pembangunan infrastruktur di Hutan Kota Palu diharapkan tidak berhenti setelah FORNAS 2027, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung agenda nasional yang akan digelar di Sulteng.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *