Tekankan Meritokrasi, Loyalitas, dan Kesederhanaan
PALU, FILESULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, mengambil sumpah/janji 422 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Prosesi pelantikan berlangsung di Halaman Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (13/10/2026).
BACA JUGA: Kualitas Udara Kota Palu Memburuk, DLH Imbau Warga Gunakan Masker N95
Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid mengingatkan para PNS yang baru diambil sumpahnya agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk membangun masa depan, mengembangkan kapasitas diri, serta mengabdi dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
BACA JUGA: Billboard Tak Berizin di Kota Palu Terdata, Satpol-PP Tunggu Perintah Pembongkaran
Ia menegaskan bahwa perjalanan karier setiap aparatur tidak dapat diprediksi. Menurutnya, siapa pun yang hari ini masih bertugas sebagai staf memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi di masa mendatang, selama mau bekerja keras, terus belajar, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kalau hari ini kami duduk di sini, suatu saat nanti kalianlah yang akan menggantikan kami duduk di sini,” ujar Anwar Hafid, memotivasi para PNS yang baru dilantik.
Ia mengajak para aparatur untuk berani memiliki cita-cita besar, tanpa melupakan pentingnya proses dan perjuangan dalam mencapainya.
Menurutnya, tidak ada perjalanan hidup yang sepenuhnya mudah. Kesulitan yang dihadapi pada awal karier harus dijadikan bekal untuk tumbuh dan meraih keberhasilan.
Gubernur juga membagikan pengalaman perjalanan kariernya di dunia birokrasi. Ia mengungkapkan bahwa sebelum mencapai jabatan eselon II, dirinya pernah mengerjakan berbagai tugas sederhana, mulai dari membuat amplop, mengetik menggunakan mesin ketik, hingga mengantarkan surat.
Pengalaman tersebut, katanya, menjadi pelajaran bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus bekerja.
“Semakin susah kita di awal, semakin terbuka peluang kita untuk sukses di masa yang akan datang,” tuturnya.
Selain menekankan pentingnya kerja keras, Anwar Hafid menegaskan bahwa pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) harus berlandaskan meritokrasi, yakni penempatan dan promosi berdasarkan kompetensi, kapasitas, kinerja, serta prestasi, bukan karena kedekatan pribadi, hubungan keluarga, ataupun faktor lainnya.
Ia menekankan bahwa birokrasi harus bergerak dari paradigma penguasa menjadi pelayan masyarakat. Karena itu, setiap ASN dituntut untuk membangun budaya kerja profesional, memberikan pelayanan terbaik, dan menunjukkan kemampuan nyata dalam menjalankan tugas.
“ASN yang hebat adalah ASN yang terangkat karena meritokrasi, karena kemampuan dan kehebatannya dalam bekerja, bukan karena kedekatan atau hubungan keluarga,” tegasnya.
Gubernur juga menegaskan komitmennya untuk menolak praktik jual beli jabatan dalam lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ia mengingatkan para PNS agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan promosi jabatan dengan meminta sejumlah uang.
Menurutnya, jabatan harus diperoleh melalui proses yang benar, berdasarkan kemampuan dan kinerja, sehingga birokrasi dapat berjalan secara profesional dan berintegritas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid turut menggarisbawahi pentingnya loyalitas bagi setiap ASN. Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas tidak boleh dimaknai sebagai kepatuhan membabi buta terhadap perintah pimpinan, terlebih jika perintah tersebut bertentangan dengan aturan.
Loyalitas, jelasnya, tercermin melalui kedisiplinan, kesungguhan dalam bekerja, kesiapan menjalankan tugas, serta komitmen untuk hadir ketika organisasi membutuhkan.
“Orang yang loyal itu disiplin, bekerja tanpa mengenal waktu, dan tidak memilih-milih pekerjaan. Bukan mencari muka, tetapi ketika pemimpin membutuhkan, dia selalu siap. Kalau disuruh melakukan kesalahan, itu bukan loyalitas, melainkan mencelakakan,” ujarnya.
Ia mengajak para PNS membangun karakter aparatur yang dapat dipercaya, menjunjung integritas, serta mengutamakan kepentingan organisasi dan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.
Pesan lain yang disampaikan Gubernur adalah pentingnya menjaga pola hidup sederhana dan menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial.
Ia mengingatkan bahwa persoalan keuangan tidak selalu disebabkan oleh kecilnya penghasilan, tetapi juga dapat muncul akibat gaya hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan.
Menurutnya, ASN harus mampu mengelola penghasilan secara bijak, bersyukur atas rezeki yang diterima, dan tidak memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain.
“Kalau gaji kita hanya sekian, cukupkanlah dengan gaji itu dan syukuri. Yang sering membuat manusia susah itu gaya hidupnya,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar para PNS tidak terburu-buru mengejar kemewahan sebelum memiliki kemampuan finansial yang memadai. Setiap pencapaian, katanya, perlu diraih melalui proses yang wajar, kerja keras, dan perencanaan yang matang.
Optimistis terhadap Masa Depan ASN Sulteng
Menutup arahannya, Anwar Hafid menyampaikan keyakinannya bahwa para PNS yang baru dilantik memiliki peluang untuk berkembang dan meraih keberhasilan dalam perjalanan karier mereka.
Ia meminta seluruh aparatur bersabar menghadapi tantangan fiskal yang sedang dihadapi pemerintah daerah. Ia berharap kondisi keuangan daerah dalam satu hingga dua tahun ke depan semakin membaik sehingga perhatian terhadap kesejahteraan pegawai dapat ditingkatkan.
Gubernur juga mendoakan agar para PNS yang baru dilantik menjadi generasi aparatur yang kuat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tengah.
“Yakin dan percayalah, tidak ada yang tahu nasib manusia. Saya yakin di antara kalian semua akan ada yang sukses. Karena itu, teruslah bekerja, bersabar, dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ungkapnya.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh PNS yang baru diambil sumpahnya, seraya berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membawa manfaat bagi masyarakat.(***)






