PB PBSI Utus 4 Wasit Nasional di Sirnas B Palu, Pengprov PBSI Sulteng Tekankan Netralitas

Ketua Bidang Turnamen PB PBSI, Wahyana. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) menugaskan empat wasit nasional untuk memimpin jalannya pertandingan Sirkuit Nasional (Sirnas) B, yang mulai digelar di GOR GBK Kota Palu, Senin (27/4/2026).

BACA JUGA: Gufran Ahmad Ungkap Perjuangan Sulteng Hingga Terpilih Jadi Tuan Rumah Dikejuaraan Sirnas B

Bacaan Lainnya
Kepala DPMPTSP Sulteng
Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I

Kepada sejumlah awak media, Ketua Bidang Turnamen PB PBSI, Wahyana, mengatakan, setiap pelaksanaan kejuaraan nasional seperti Sirnas A, Sirnas B, maupun Sirkuit Primer, pihaknya selalu menempatkan wasit nasional guna menjamin kualitas kepemimpinan pertandingan.

BACA JUGA: Sirnas B Nasional Perdana Digelar di Palu, Ratusan Atlet Bulu Tangkis Siap Bertanding

“Dari pengurus pusat menugaskan empat orang wasit nasional untuk bertugas di sini. Mereka berasal dari Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan dua orang,” ujar Wahyana kepada redaksi Filesulawesi.com.

Ia menambahkan, Sulawesi Tengah sendiri saat ini telah memiliki lima wasit nasional. Dengan demikian, dari total 12 wasit yang akan bertugas pada Sirnas B Palu, sebanyak sembilan orang merupakan wasit nasional.

“Artinya untuk kepemimpinan wasit tidak perlu diragukan karena mereka sudah terverifikasi dan mengikuti ujian nasional,” jelasnya.

Menurut Wahyana, kehadiran para wasit nasional tersebut diharapkan mampu menjaga jalannya pertandingan tetap profesional, objektif, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, menyampaikan pihaknya juga melibatkan perangkat pertandingan dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah, khususnya untuk posisi hakim garis.

Langkah tersebut dilakukan agar para wasit daerah mendapat pengalaman langsung bertugas dalam event nasional dan memahami standar kerja di level kompetisi tinggi.

“Kami merekrut wasit dari kabupaten dan kota untuk menjadi hakim garis, agar mereka memiliki ruang belajar dan mengetahui bagaimana bertugas di level nasional,” kata Gufran.

Diakhir penjelasan ia menegaskan seluruh perangkat pertandingan, baik wasit maupun hakim garis, harus bekerja secara profesional dan tidak memihak kepada peserta manapun.

“Kami sudah sampaikan bahwa sekecil apa pun tidak boleh memihak, karena ini menyangkut nama daerah dan Pengprov PBSI. Jangan sampai ada komplain dari atlet luar daerah,” tegasnya.

Gufran berharap pelaksanaan Sirnas B di Kota Palu dapat berlangsung lancar serta menunjukkan kualitas penyelenggaraan yang baik, termasuk dalam aspek kepemimpinan pertandingan.

“Jangan sampai ada kesan bahwa wasit dan hakim garis tidak bekerja secara profesional,” tutupnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *