Putrizen Matangkan Persiapan FLS3N Nasional, Angkat Budaya Kaili Lewat Dongeng dan Lalove

Tanpak depan bangunan sekolah SMP Negeri 1 Palu. FOTO: IST

PALU, FILESULAWESI.COM – Kepala SMP Negeri 1 Kota Palu, Yusri, yang juga bertindak sebagai pelatih utama, terus memberikan pendampingan dan pelatihan intensif kepada siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Palu, Putrizen Larasati Nadilah, dalam rangka persiapan menghadapi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 cabang lomba mendongeng tingkat nasional.

BACA JUGA: SMA Kristen Gamaliel Palu Akui Kesalahan, Buat Surat Pernyataan dan Beri Sanksi Guru PJOK

Bacaan Lainnya
Vebry Tri Haryadi
Dishub Kota Palu
Bapenda Kota Palu
Kadis Tenaga Kerja Kota Palu

Putrizen sebelumnya berhasil meraih Juara I tingkat Kota Palu setelah mengungguli seluruh peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Prestasi itu mengantarkannya untuk mewakili Kota Palu pada tahap seleksi nasional FLS3N 2026.

Kepada awak media, Yusri menjelaskan, sesuai mekanisme pelaksanaan FLS3N, peserta yang menjadi juara tingkat kota akan langsung mengikuti seleksi nasional tanpa melalui tahapan seleksi tingkat provinsi.

BACA JUGA: Pancasila dan Republik yang Tersandera Kepentingan

“FLS3N tingkat nasional ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah penyisihan melalui daring atau pengiriman rekaman video. Setelah video dikirim, panitia pusat akan melakukan seleksi dan memilih 10 peserta terbaik,” urai Yusri kepada redaksi Filesulawesi.com, Selasa (2/6/2026) siang.

Menurutnya, peserta yang berhasil masuk dalam 10 besar akan diundang mengikuti tahap final secara langsung di tingkat nasional.

Dalam menghadapi kompetisi tersebut, pihak sekolah terus melakukan berbagai persiapan guna meningkatkan kualitas penampilan Putrizen.

Tidak hanya kemampuan bercerita, tetapi juga penguatan karakter, ekspresi, dan penghayatan terhadap setiap tokoh yang diperankan dalam dongeng.

“Kami mempersiapkan Putri sesuai dengan ketentuan penilaian juri tingkat nasional. Bukan hanya mampu menyampaikan cerita, tetapi juga harus mampu menggambarkan karakter yang ada dalam cerita tersebut,” jelas Yusri.

Yusri optimistis, Putrizen mampu bersaing di tingkat nasional. Mengingat, persiapan yang telah dilakukan cukup matang. Selain itu, Putrizen dinilai memiliki bakat alami dalam bidang mendongeng dan mampu menyerap setiap arahan serta bimbingan dengan cepat.

“Persaingan di tingkat nasional tentu sangat menantang. Karena itu, saya sebagai pelatih utama telah mempersiapkan yang terbaik, agar Putri dapat memberikan hasil terbaik pada ajang FLS3N cabang lomba mendongeng,” katanya meyakinkan.

Sementara itu, Putrizen Larasati Nadilah mengaku sangat antusias menjalani proses persiapan menuju seleksi nasional. Ia mengatakan, bahwa materi mendongeng yang dibawakannya mengangkat kearifan lokal budaya Kaili, khususnya pelestarian alat musik tradisional Lalove.

“Saya sangat senang karena bukan sekadar mendongeng, tetapi juga bisa bercerita tentang budaya Kaili. Saya ingin memperkenalkan dan melestarikan alat musik tradisional Lalove melalui cerita yang saya bawakan,” tutur Putrizen.

Ia menambahkan, berbagai aspek penampilan terus disempurnakan, mulai dari permainan Lalove, pengolahan melodi, ekspresi, hingga gerakan pendukung dalam pertunjukan.

“Untuk persiapan, kami ingin lebih matang lagi. Bagaimana memainkan Lalove dengan lebih baik, mengembangkan melodi, serta meningkatkan ekspresi dan gerakan agar penampilan semakin maksimal,” ungkapnya.

Putrizen menegaskan, bahwa dirinya akan tetap menampilkan kearifan budaya lokal Kaili pada ajang nasional sebagai bentuk upaya memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat Indonesia.

“Saya ingin memberi tahu kepada semua orang melalui cerita ini bahwa alat musik tradisional dari suku Kaili harus kita lestarikan. Saya ingin memperkenalkannya kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” harapnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *