PALU, FILESULAWESI.COM – SMA Negeri 4 Palu resmi meluncurkan program sekolah model implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) serta pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI).
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Paparkan Capaian Program BERANI pada Perayaan HUT Banggai Ke-66
Kegiatan tersebut dibuka dan diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, pada awal tahun ajaran baru.
BACA JUGA: Kadis Pendidikan Kota Palu: Kuota Peserta Didik Baru di Sekolah Negeri Terpenuhi
Plt. Kepala SMAN 4 Palu, Rohmala Enar, S.Pd, M.PKim, mengatakan, bahwa sekolah yang dipimpinnya ditetapkan sebagai salah satu dari 16 sekolah model di Sulawesi Tengah yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga SLB, baik negeri maupun swasta.
Menurutnya, secara nasional, SMAN 4 Palu juga menjadi bagian dari 223 satuan pendidikan jenjang SMA negeri dan swasta yang dipercaya untuk mengimplementasikan program tersebut.
Sebagai bentuk nyata pelaksanaan program sekolah model, SMAN 4 Palu mulai menerapkan mata pelajaran Koding bagi siswa kelas X pada tahun ajaran 2026/2027.
Dengan demikian, para peserta didik telah mulai mendapatkan pembelajaran dasar mengenai pemrograman komputer sejak memasuki bangku SMA.
“Mulai tahun ini anak-anak kelas X sudah mulai belajar Koding,” ujar Rohmala kepada Filesulawesi.com, di ruangannya, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, sekolah telah menyiapkan tenaga pendidik yang akan mengampu mata pelajaran tersebut, yakni guru-guru Matematika dan Informatika yang telah dipersiapkan untuk mendukung proses pembelajaran.
Rohmala menambahkan, hingga saat ini SMAN 4 Palu menjadi satu-satunya SMA negeri di Kota Palu yang menerapkan program sekolah model pembelajaran mendalam, Koding, dan AI.
Melalui program tersebut, pihak sekolah berharap peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga mampu bersaing di era digital dengan mengembangkan potensi di bidang teknologi informasi, kecerdasan artifisial, dan inovasi lainnya.
“Dengan mata pelajaran Koding ini, kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi pengguna aplikasi, tetapi juga mampu menciptakan aplikasi mereka sendiri. Insya Allah, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.zal






