Kolaborasi Pemda, Lanal Palu dan Indomaret, Durian Sulteng Diproyeksikan Jadi Produk Unggulan

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, Sumarno. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, mendorong pengembangan komoditas durian dari sisi hulu hingga hilir melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda), petani, pengusaha, TNI Angkatan Laut, dan pihak swasta.

BACA JUGA: Jalan Rusak, Krisis Air, dan Janji Pemerintah yang Belum Terwujud

Bacaan Lainnya
Vebry Tri Haryadi
Bendahara DPW PSI Sulteng
Kepala Kantor Kemenag Kota Palu
Plt Kabag Kesra Setda Kota Palu

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, Sumarno, mengatakan, upaya tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar atas undangan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu terkait pengembangan usaha durian di Sulawesi Tengah.

BACA JUGA: Tim Teknisi Didatangkan, Jam Raksasa Masjid Baitul Khairaat Palu Kembali Diperbaiki

Menurut Sumarno, Lanal Palu tidak hanya berperan sebagai inisiator, tetapi juga menjadi fasilitator dalam melihat potensi dan peluang pengembangan komoditas durian di daerah.

“Kebetulan kita juga diundang langsung dari Indomaret, dari Jakarta. Ini yang mau kita coba berkolaborasi,” ujar Sumarno kepada redaksi Filesulawesi.com, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, Sulawesi Tengah memiliki potensi produksi durian, sementara Indomaret memiliki jaringan pemasaran yang luas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempertemukan kepentingan petani sebagai produsen dengan pihak pemasaran.

“Di Sulawesi Tengah bisa memproduksi durian, sementara Indomaret bisa memasarkan. Kolaborasi inilah yang akan dijalankan, baik dari pemerintah daerah maupun dari pengusaha serta pihak Indomaret sendiri,” jelasnya menekankan.

Sumarno berharap, mata rantai usaha durian, mulai dari petani, produsen hingga pemasaran, dapat berjalan secara terintegrasi sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Sehingga antara petani, produsen dan bagian pemasaran akan berjalan dengan baik dan bagus. Itu harapan bersama. Sehingga hari ini kita bertemu,” kata Kadis Sumarno.

Ia menambahkan, pengembangan tidak hanya difokuskan pada durian Montong, tetapi juga mencakup berbagai varietas durian lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.

Menurutnya, pihak Indomaret saat ini lebih tertarik terhadap pemasaran durian Montong. Namun, Dinkop UMKM Sulteng mendorong, agar durian lokal juga mendapat perhatian karena memiliki peluang pasar tersendiri.

“Akan tetapi dari pihak Indomaret lebih tertarik ke pemasaran durian Montongnya. Cuman saya bilang jangan cuman durian Montong, durian lokal pun masih ada peluang untuk dipasarkan,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut turut melibatkan para petani dari sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, aparat desa, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), pekebun, petani durian, serta pelaku usaha.

Sumarno berharap kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk menjadikan durian sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

“Harapan kita agar durian kita di Sulteng menjadi produk unggulan nomor satu di Sulteng serta dapat meningkatkan taraf ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *