PALU, FILESULAWESI.COM – Plt Kepala SMKN 2 Palu, Dr. Hernida Hi. Kone, memberikan tanggapan setelah bertemu langsung dengan Wakapolresta Palu AKBP Muhammad Ilham, di ruang kerja Wakapolresta Palu, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Disdik Sulteng Bangga, Putra-Putri Terbaik Daerah Siap Berlaga di Kancah Nasional
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi pihak sekolah dengan jajaran kepolisian, menyusul adanya persoalan keamanan yang terjadi di lingkungan SMKN 2 Palu.
BACA JUGA: Kaban BKD Sulteng Dampingi Kafilah Korpri di MTQ Nasional 2026
Dr Hernida mengatakan, pihaknya bersama sejumlah wakil kepala sekolah, di antaranya Wakasek Kesiswaan, Wakasek Humas dan Wakasek Kurikulum, diterima dengan baik oleh Wakapolresta Palu dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Beliau menyambut kami dengan penuh kekeluargaan dan mendengarkan dengan seksama apa yang menjadi curahan hati kami,” ujar Hernida kepada redaksi Filesulawesi.com, Kamis (27/8/2026) malam.
Menurutnya, Wakapolresta Palu memberikan respons positif terhadap informasi yang disampaikan pihak sekolah dan menyatakan akan segera menindaklanjutinya.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meningkatkan frekuensi patroli di sekitar lingkungan sekolah, terutama pada sekolah-sekolah yang dinilai rawan.
Dr Hernida mengungkapkan, Wakapolresta bahkan sebelumnya telah ikut dalam kegiatan patroli malam dan menyempatkan diri singgah di lingkungan sekolah.
“Beliau akan meningkatkan keamanan dengan memperbanyak frekuensi patroli di sekitar sekolah, termasuk sekolah-sekolah yang rawan,” jelas Plt Kepala SMKN 2 Palu.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang melibatkan keramaian. Pengamanan tidak hanya menjadi perhatian ketika kegiatan berlangsung, tetapi juga setelah kegiatan selesai.
Terkait dugaan keterlibatan siswa dari sekolah tertentu dalam insiden pelemparan yang terjadi di SMKN 2 Palu, Dr Hernida menyampaikan, bahwa Wakapolresta menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan secara seksama.
Menurutnya, proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum dapat diambil kesimpulan secara terburu-buru.
Terlebih, dalam menangani persoalan yang melibatkan anak, terdapat berbagai aspek yang harus dipertimbangkan, termasuk kondisi psikologis anak.
“Beliau memberikan sepenuhnya untuk menyelidiki dengan seksama, karena dalam penyelidikan itu banyak hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk psikologi anak,” katanya.
“Jadi, mereka tidak bisa langsung memberikan kesimpulan karena masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Hernida.
Dr Hernida berharap, persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, diperlukan kerja sama dan koordinasi dari seluruh pihak.
Ia juga menyebutkan, bahwa pembinaan terhadap siswa akan terus dilakukan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs H Firmanza DP, yang terus mengingatkan para kepala sekolah, agar meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap peserta didik.
“Kami selalu diberikan imbauan untuk memperhatikan dan melakukan pembinaan-pembinaan terhadap anak-anak, sehingga kejadian-kejadian seperti ini bisa diminimalisir,” pungkasnya.zal








