Program BERANI Sejahtera Sentuh 13 Kabupaten Kota

Konferensi Pers bersama sejumlah awak media di salah satu Warkop di Kota Palu. FOTO: IST

Ribuan Rumah Layak Huni Dibangun

PALU, FILESULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) merealisasikan pembangunan dan peningkatan kualitas sebanyak 6.629 unit rumah layak huni bagi masyarakat miskin sepanjang tahun 2025.

Bacaan Lainnya
Relaksasi PBB-P2

BACA JUGA: Produksi Perikanan Tangkap Sulteng Naik 20,8 Persen

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi program BERANI Sejahtera yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido, dengan sasaran masyarakat miskin yang tergolong dalam desil 1, 2, 3, dan 4.

BACA JUGA: Wali Kota Palu Terima Penghargaan dari Kompas TV

Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Akris Fatta Yunus, MM, mengatakan ribuan rumah layak huni tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

“Program BERANI tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota dan dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pihak swasta melalui CSR/NGO, serta pengembang,” jelas Akris dalam konferensi pers Program 9 BERANI yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantika) Sulawesi Tengah di Tanaris Cafe, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, berdasarkan data realisasi penyediaan rumah layak huni Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025, intervensi pemerintah mencakup dua bentuk, yakni Pembangunan Baru (PB) dan Peningkatan Kualitas (PK) rumah.

Dari total 6.629 unit rumah yang terealisasi, sebanyak 5.187 unit merupakan pembangunan baru, sedangkan 1.442 unit lainnya berupa peningkatan kualitas rumah masyarakat.

Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan realisasi rumah layak huni terbanyak, mencapai 3.150 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 3.018 unit pembangunan baru dan 132 unit peningkatan kualitas.

Selanjutnya, Kota Palu menempati posisi kedua dengan total 2.025 unit rumah, yang terdiri atas 1.714 unit pembangunan baru dan 311 unit peningkatan kualitas.

Realisasi rumah layak huni di daerah lainnya meliputi Kabupaten Donggala sebanyak 269 unit, Banggai 230 unit, Banggai Laut 182 unit, Tojo Una-Una 176 unit, Parigi Moutong 159 unit, Poso 121 unit, Morowali Utara 117 unit, Morowali 98 unit, Buol 48 unit, Tolitoli 46 unit, dan Banggai Kepulauan sebanyak 8 unit.

Dari sisi sumber dukungan, pengembang menjadi penyumbang terbesar dalam penyediaan rumah layak huni dengan realisasi sebanyak 5.048 unit.

Selanjutnya, kontribusi APBD kabupaten/kota mencapai 811 unit, APBD Provinsi melalui Dinas Perkimtan sebanyak 505 unit, APBD Provinsi melalui Dinas Sosial 143 unit, APBN 90 unit, serta CSR/NGO sebanyak 32 unit.

Khusus kontribusi APBD Provinsi melalui Dinas Perkimtan, sebanyak 48 unit direalisasikan dalam bentuk pembangunan baru dan 457 unit melalui peningkatan kualitas rumah.

Sementara itu, dukungan APBD kabupaten/kota mencakup 91 unit pembangunan baru dan 720 unit peningkatan kualitas rumah.

Akris menegaskan, capaian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok masyarakat miskin,” ujarnya.

Program penyediaan rumah layak huni ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *