Aktivitas Bandara Palu Terpantau Sepi, Seluruh Jadwal Penerbangan Berjalan Normal

Tanpak depan Bandar Udara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu, Selasa (20/10/2026) pukul 11.35 Wita siang. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu kembali berjalan normal, setelah sebelumnya sejumlah penerbangan mengalami pembatalan akibat gangguan jarak pandang yang dipengaruhi asap.

BACA JUGA: Bapenda Kota Palu Ajak Pelaku Usaha Sari Laut Bersama Tingkatkan PAD

Bacaan Lainnya
Farid Podungge

Meski operasional penerbangan berlangsung normal, suasana di area keberangkatan dan kedatangan bandara pada Selasa (20/10/2026) hingga pukul 11.35 Wita terpantau awak media tidak begitu ramai. Jumlah penumpang yang hendak bepergian ke luar daerah maupun yang tiba di Palu terlihat relatif sepi.

BACA JUGA: ICFH Buka Peluang Pasar bagi UMKM Perempuan

Pelaksana Harian (PH) Kepala Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu yang juga menjabat Kasubbag Keuangan dan Tata Usaha, Hastuty, mengatakan seluruh aktivitas penerbangan pada hari tersebut berjalan tanpa kendala berarti.

“Untuk hari ini, semua penerbangan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu berjalan normal. Tidak ada hambatan karena jarak pandang untuk pesawat bisa mencapai lima kilometer,” kata Hastuty kepada redaksi Filesulawesi.com, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, pada pertengahan Oktober, sejumlah penerbangan sempat mengalami gangguan akibat jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan untuk pendaratan pesawat.

Dalam periode tersebut, beberapa penerbangan bahkan harus dibatalkan karena kondisi asap yang mengganggu jarak pandang di sekitar bandara.

“Memang pada tanggal 13, 14, 15, 16, dan 17 Oktober lalu ada delay, tetapi pesawat masih bisa masuk,” ujarnya.

Namun, menurut Hastuty, beberapa penerbangan juga sempat dibatalkan karena kondisi jarak pandang tidak memungkinkan pesawat melakukan pendaratan dengan aman.

Penerbangan yang terdampak pembatalan di antaranya Lion Air dan Batik Air. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan asap yang memengaruhi jarak pandang di kawasan bandara.

“Mulai hari Minggu sampai sekarang, tidak ada kendala sama sekali. Pesawat masih bisa masuk dengan normal,” jelasnya.

Hastuty menambahkan, hingga Selasa, jarak pandang di bandara telah mencapai sekitar lima kilometer sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Jadwal penerbangan juga masih berjalan sesuai ketentuan dan belum mengalami perubahan.

Meski demikian, pihak bandara tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat dalam setiap aktivitas penerbangan. Keputusan untuk melanjutkan, menunda, atau membatalkan penerbangan tetap mempertimbangkan kondisi operasional dan aspek keselamatan.

“Jadi, kalau untuk keselamatan, kalau memang tidak bisa, kami tidak akan memaksakan. Karena semua ini berkaitan dengan keselamatan,” tegas Hastuty.

Ia pun mengimbau calon penumpang agar tetap tenang dan bersabar apabila terjadi perubahan atau gangguan jadwal penerbangan akibat kondisi yang tidak memungkinkan.

Menurutnya, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama sehingga setiap keputusan operasional harus mengikuti ketentuan keselamatan penerbangan.

Rute Internasional ke China Berpotensi Bertambah

Selain penerbangan domestik, Haztuti menyebut aktivitas penerbangan internasional di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu juga masih berjalan normal dan terkendali.

Bahkan, pihaknya menyampaikan rencana penambahan frekuensi penerbangan internasional ke China pada akhir Oktober 2026.

Dari yang sebelumnya dijadwalkan satu kali dalam sepekan, frekuensi penerbangan tersebut direncanakan meningkat menjadi dua kali dalam sepekan. Selanjutnya, setelah Oktober, frekuensinya berpotensi bertambah menjadi tiga kali dalam sepekan.

“Untuk bandara internasional, rencananya ada penambahan rute pada akhir Oktober 2026. Dari sebelumnya satu minggu satu kali menjadi dua kali ke China. Insya Allah setelah Oktober, dalam satu minggu bisa menjadi tiga kali penerbangan rute internasional,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, rencana penambahan frekuensi penerbangan tersebut berkaitan dengan tingginya minat terhadap penerbangan carter serta kebutuhan tambahan kuota penumpang.

Untuk sementara, penerbangan internasional tersebut umumnya melayani Tenaga Kerja Asing (TKA) yang melakukan perjalanan transit dari Kabupaten Morowali.

Pihak bandara berharap kondisi penerbangan tetap kondusif sehingga pelayanan kepada penumpang, baik pada rute domestik maupun internasional, dapat berjalan lancar dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *