PSSI Setujui Uang Administrasi Rp 250 Juta Pendaftaran Caketum PSSI Sulteng

Ilustrasi kantor PSSI Sulteng. FOTO: IST

Dana Disebar ke Askab dan Klub

PALU, FILESULAWESI.COM – Panitia Komite Pemilihan (KP) resmi membuka pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Sulawesi Tengah pada 29–30 Oktober 2026. Dalam tahapan penting ini, PSSI Pusat bersama pengurus Asprov PSSI Sulteng menyetujui biaya administrasi sebesar Rp 250 juta dari usulan awal sebesar Rp 1 miliar yang diajukan komite pemilihan.

Bacaan Lainnya
Farid Podungge
Hari Santri
Kepala Dinas Sosial Kota Palu

BACA JUGA: Ungkap Alasan Usulkan Biaya Caketum PSSI Sulteng Rp 1 Miliar

Plt Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulawesi Tengah, Samsurijal Labatjo, membeberkan bahwa penetapan biaya administrasi pendaftaran ini telah melewati kesepakatan Komite Pemilihan serta mengantongi persetujuan resmi dari Plt Ketua Umum dan Sekjen PSSI Pusat.

BACA JUGA: Soroti Biaya Pendaftaran Caketum Asprov PSSI Sulteng Rp 1 Miliar

Adapun teknis penyetoran uang administrasi Rp 250 juta tersebut terbagi dalam dua tahapan: bakal calon menyetor Rp 100 juta saat mengambil formulir pendaftaran, dan melunasi sisa Rp 150 juta saat mengembalikan berkas pendaftaran.

Samsurijal menegaskan bahwa dana pendaftaran tersebut tidak akan mengendap di kantong panitia maupun pengurus PSSI Sulteng, melainkan murni dialokasikan penuh untuk membangkitkan iklim pembinaan sepak bola daerah.

“Nantinya, uang administrasi pendaftaran bakal calon itu tidak akan digunakan untuk PSSI Sulteng atau panitia, tetapi tetap didistribusikan ke Askab, Askot, dan klub anggota sebagai bagian dari pembinaan dan penyehatan organisasi serta klub,” tegas Samsurijal Labatjo di Palu.

Sempat Usul Rp 1 Miliar Demi Selamatkan Klub dan Pembinaan Daerah

Pria yang akrab disapa Ijal ini menjelaskan latar belakang di balik munculnya usulan awal biaya pendaftaran Rp 1 miliar. Langkah berani tersebut dipicu keprihatinan mendalam atas keterpurukan klub-klub lokal di Sulawesi Tengah.

Dari puluhan klub yang pernah berjaya di masa lalu, kini hanya tersisa 7 klub resmi yang bertahan dan terdaftar sebagai anggota PSSI Sulteng untuk berlaga di kompetisi Liga 4 musim 2025/2026.

“Selama ini sepak bola di daerah kita kekurangan sentuhan pembinaan yang terstruktur serta minim dukungan pembiayaan. Akibatnya, semangat berkompetisi menurun dan banyak klub terpaksa gulung tikar. Itulah mengapa sebelumnya kami menyuarakan usulan Rp 1 miliar,” ujar Samsurijal dalam keterangan resminya.

Meskipun PSSI Pusat akhirnya menyetujui angka kompromi di nominal Rp 250 juta, Asprov PSSI Sulteng memastikan seluruh dana yang terkumpul dari para kandidat tetap difokuskan untuk 4 agenda pokok:

  1. Program pembinaan pemain muda di 13 kabupaten/kota se-Sulteng.
  2. Dukungan operasional langsung bagi klub peserta Liga 4.
  3. Penyelenggaraan kompetisi usia dini secara berkelanjutan.
  4. 4. Peningkatan lisensi dan kualitas pelatih serta wasit di daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *