PALU, FILESULAWESI.COM – Sebanyak 30 orang delegasi atau kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tengah dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PGRI Tahun 2026 yang berlangsung pada 16–18 April.
BACA JUGA: Kadis Pendidikan Firmanza, Lepas Kontingen PGRI Sulteng Ikut Konkernas PGRI di Jakarta
Rombongan tersebut terdiri dari Ketua dan pengurus PGRI Sulawesi Tengah, Ketua dan pengurus PGRI Kota Palu, hingga perwakilan dari sejumlah kabupaten seperti Morowali, Morowali Utara, Banggai, Tojo Una-Una, Poso, Parigi Moutong, dan Sigi. Turut dalam rombongan, Pengawas Pornas Kota Palu yang juga Ketua Perempuan PGRI Sulteng, Nurhayati Nadra.
BACA JUGA: Kunker Dapil Armin, Dihadiri Ratusan Warga dari Kelurahan Palupi dan Tatura Utara
Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, yang juga bertindak sebagai ketua rombongan, menyampaikan, bahwa pihaknya membawa sejumlah isu strategis untuk dibahas di tingkat nasional.
“Ada beberapa isu nasional yang kami angkat ke pengurus besar PGRI melalui Konkernas ini. Pertama terkait pengelolaan guru, payung hukum perlindungan guru, serta peningkatan kapasitas guru,” ujarnya kepada Filesulawesi.com, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, Konkernas PGRI tahun ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 38 provinsi dan 458 kabupaten/kota se-Indonesia, sehingga menjadi forum penting dalam merumuskan kebijakan dan rekomendasi strategis bagi dunia pendidikan.
Selain membawa isu nasional, PGRI Sulteng juga menargetkan agenda besar, yakni mengusulkan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Konkernas PGRI tahun 2027 mendatang.
“Sejak PGRI ada di Sulawesi Tengah, belum pernah ada pelaksanaan event nasional. Maka kami menindaklanjuti arahan Gubernur agar menghadirkan event nasional supaya daerah kita semakin dikenal,” jelas Ketua Syam Zaini.
Menurutnya, dukungan penuh juga telah diberikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menyatakan komitmennya terhadap penguatan sektor pendidikan, termasuk mendukung Sulteng sebagai tuan rumah Konkernas mendatang.
Tak hanya itu, dalam momentum Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PGRI Tahun 2026, pihaknya juga berencana mengusulkan Gubernur Sulteng sebagai penerima penghargaan Anugerah Dwija Praja Nugraha.
Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan di daerah.
“Mudah-mudahan dengan kriteria yang kami ajukan ke PB PGRI, pada November 2026 nanti Gubernur Sulteng dapat menerima penghargaan tersebut,” tutup Syam Zaini.zal








