IPM Kota Palu Tertinggi di Sulteng, Ada Peran dari Sektor Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Hardi. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Hardi, mengungkapkan bahwa capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palu tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.

BACA JUGA: Delegasi Sulteng Ikuti Konkernas PGRI di Jakarta, Bawa Isu Strategis Guru hingga Tuan Rumah 2027

Bacaan Lainnya
Kepala DPMPTSP Sulteng
Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I

Menurutnya, IPM Kota Palu tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah dengan angka 84,53 persen, bahkan masuk dalam tiga besar di wilayah Sulawesi.

BACA JUGA: Kadis Pendidikan Firmanza, Lepas Kontingen PGRI Sulteng Ikut Konkernas PGRI di Jakarta

“Capaian ini menandai keberhasilan dari berbagai sektor yang menjadi indikator penilaian, termasuk pendidikan dan kesehatan,” ungkap Kadis kepada redaksi Filesulawesi.com.

Selanjutnya Hardi menekankan, bahwa sektor pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan IPM tersebut. Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Yang pertama kita lihat bagaimana capaian SPM. Di dalamnya terdapat sejumlah indikator, seperti harapan lama sekolah yang nilainya cukup tinggi dan menjadi fokus intervensi Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Berbagai langkah intervensi dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah, terutama bagi anak-anak yang putus sekolah. Pemerintah Kota Palu melalui Disdikbud menjalin kolaborasi dengan pihak kelurahan serta memaksimalkan peran operator sekolah dalam pendataan.

“Jika ditemukan data anak putus sekolah, maka dilakukan upaya pendekatan dan pembujukan agar mereka kembali melanjutkan pendidikan,” terang Kadis.

Dari hasil penelusuran melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), ia mengatakan, diketahui bahwa sebagian besar anak yang putus sekolah di Kota Palu bukan karena faktor ekonomi, melainkan karena sudah bekerja serta adanya pernikahan dini.

Meski demikian, pemerintah terus melakukan sosialisasi bahwa pendidikan di Kota Palu tidak dipungut biaya.

“Kalau ada anak dari keluarga tidak mampu, maka sekolah wajib membantu. Dinas pendidikan juga melakukan intervensi seperti bantuan pakaian, buku, dan perlengkapan sekolah,” tegasnya.

Selain indikator harapan lama sekolah, dalam SPM juga terdapat rapor pendidikan. Pada tahun 2024, Kota Palu mencatatkan capaian tertinggi di Sulawesi Tengah dengan persentase 75,31 persen.

“Di dalamnya mencakup dimensi pengetahuan seperti literasi, inklusivitas sekolah, keamanan, karakter siswa, hingga survei lingkungan belajar. Ini menjadi gambaran kualitas pembelajaran di sekolah,” paparnya.

Hardi menambahkan, keberhasilan peningkatan IPM ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Palu, khususnya Wali Kota yang terus memberikan motivasi kepada seluruh jajaran.

“Alhamdulillah, IPM Kota Palu jauh di atas rata-rata nasional maupun provinsi. Terima kasih kepada Wali Kota Palu atas dukungannya, sehingga tanggung jawab yang diberikan dapat dijalankan secara maksimal,” tutupnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *