Penguatan Keluarga Jadi Kunci Pencegahan Stunting

Sekretaris Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, DR. Budi Lamaka, SKM, M.Kes. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah, menjadikan penguatan pembangunan keluarga sebagai salah satu indikator penting dalam mendukung pencapaian target pembangunan daerah periode 2025-2029.

BACA JUGA: Gubernur Dorong Sulteng Jadi Raja Durian Dunia

Bacaan Lainnya
Wakil Ketua II DPRD Sulteng
Vebry Tri Haryadi
Bendahara DPW PSI Sulteng
Kepala Kantor Kemenag Kota Palu
[c2aption id="attachment_16271" align="alignnone" width="1254"] Muh Nur Sangadji[/ca4sption]

Hal ini diutarakan langsung Sekretaris Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, DR. Budi Lamaka, SKM, M.Kes, kepada sejumlah awak media, di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026) siang.

BACA JUGA: Sertifikat Terbit atas Nama Orang Lain, Pemdes Kalukubula Sigi Tolak Terbitkan Surat Penyerahan

Menurutnya, setiap pelaksanaan kegiatan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak terlepas dari indikator kinerja utama yang mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

“Itu yang menjadi acuan. Tentu juga tidak terlepas dengan sinkronisasi RPJMN,” ujar DR. Budi kepada redaksi Filesulawesi.com.

Ia menjelaskan, program dan kegiatan Dinas P2KB Sulteng juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya pada sektor kesehatan.

Di tingkat daerah, kata dia, arah kebijakan tersebut sejalan dengan Asta Cita Keempat Bapak Presiden RI dan misi 1 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah 2025-2029, yakni mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera melalui pemenuhan kebutuhan dasar serta penyediaan lapangan kerja.

Salah satu indikatornya adalah Indeks Modal Manusia (IMM). Sementara itu, indikator utama Dinas P2KB Sulteng adalah Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) yang mencakup tiga dimensi.

“Terdiri dari dimensi kemandirian, dimensi ketenteraman dan dimensi kebahagiaan. Itu yang menjadi indikator bahwa OPD P2KB Sulteng berhasil,” jelasnya menekankan.

DR. Budi menegaskan, keberhasilan pembangunan keluarga pada akhirnya memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting.

“Dan keberhasilan itu ujung-ujungnya ialah stunting,” katanya.

Ia menjelaskan, ketika keluarga memiliki tingkat kemandirian, ketenteraman dan kebahagiaan yang baik, maka potensi terjadinya stunting di Sulawesi Tengah dapat ditekan.

Karena itu, Dinas P2KB Sulteng terus mendorong penguatan upaya deteksi akar penyebab stunting melalui pemanfaatan aplikasi yang dikembangkan bersama mitra, termasuk Universitas Tadulako (Untad) Palu.

“Makanya kemarin ada deteksi akar penyebab stunting. Diharapkan dengan aplikasi itu bisa diketahui, dengan tetap membangun kemitraan kepada Untad Palu, setiap daerah di Sulteng akan berbeda penyebab stuntingnya,” ungkapnya.

DR Budi mencontohkan, penyebab stunting di suatu wilayah bisa berbeda dengan wilayah lainnya. Salah satunya berkaitan dengan pola asuh dalam keluarga.

“Mungkin misalnya di salah satu daerah penyebab terjadinya stunting ialah karena pola asuh,” ujarnya.

Olehnya itu, ia menekankan pentingnya pemenuhan asupan gizi, terutama protein, pada masa awal kehidupan anak. Menurutnya, periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Periode tersebut dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia sekitar dua tahun, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi dan protein harus menjadi perhatian utama keluarga.

“Pada seribu hari itu namanya periode emas, dengan memperbanyak asupan protein,” tegasnya.

Budi mengingatkan, persoalan stunting tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak ditangani secara serius sejak sekarang, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

“Jika masalah stunting kita tidak peduli, tidak perhatikan, maka yakin 20-30 tahun ke depan sumber daya manusia kita di bawah standar,” pungkasnya.

Diakhir keterangannya, Dinas P2KB Sulteng tidak terlepas dari dua program prioritas BERANI Sehat yakni percepatan penuruan stunting dan Program BERANI Sejahtera yakni Keluarga yang berkualitas.zal

Pos terkait

Camat Palu Timur
Plt Kabag Kesra Setda Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *