Dorong Desa Terang dan Aman
PALU, FILESULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus menggenjot pemerataan akses penerangan hingga ke wilayah pelosok melalui program Berani Menyala.
BACA JUGA: Samsat Palu Catat Penerimaan Rp13,7 Miliar dari Program Insentif Pajak
Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng, sebanyak 751 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) disiapkan dan akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah pada tahun anggaran 2026.
BACA JUGA: Program Berani CERDAS dan Berani SEHAT Dirasakan Masyarakat
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Sulteng, Subhan Basir, mengatakan saat ini pengadaan PJUTS tersebut telah memasuki tahap pengiriman barang oleh pihak ketiga.
“Tahun ini ada 751 titik penerangan jalan umum tenaga surya yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Sekarang proses pengiriman barang, dan insya Allah sekitar bulan November kita turun melakukan pemeriksaan di lapangan,” ujar Subhan Basir saat ditemui di Palu, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pemeriksaan lapangan akan dilakukan untuk memastikan seluruh unit yang terpasang sesuai dengan spesifikasi teknis, titik koordinat, serta lokasi yang telah disepakati.
Pengadaan PJUTS tersebut bersumber dari dana hibah Pemprov Sulteng yang diserahkan kepada pemerintah desa penerima bantuan.
Karena berstatus hibah, pengelolaan dan pemeliharaan aset setelah diserahkan menjadi tanggung jawab masing-masing desa. Meski demikian, pihak penyedia barang memberikan garansi resmi selama tiga tahun.
Tiga Tipe Lampu Tenaga Surya
Subhan menjelaskan, Pemprov Sulteng menyediakan tiga spesifikasi PJUTS yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pertama, tipe 100 Watt Peak (WP) dengan nilai sekitar Rp17 juta per unit. Kedua, tipe 200 WP dengan nilai sekitar Rp27 juta per unit. Sedangkan tipe ketiga, 300 WP, memiliki nilai di atas Rp30 juta per unit.
Terkait mekanisme pengajuan bantuan, Subhan menegaskan program tersebut menggunakan sistem usulan dari bawah atau bottom-up.
“Pengusulan diawali dari proposal masyarakat atau desa yang diketahui oleh Camat dan Kepala Desa, lalu diajukan ke Gubernur. Nantinya Gubernur mendisposisikan ke kami di Dinas ESDM untuk diverifikasi kelayakannya,” jelasnya.
Sasar Wilayah Minim Penerangan
Pemasangan 751 titik PJUTS tahun ini diprioritaskan pada kawasan permukiman warga, daerah kumuh, jalan desa, hingga wilayah terpencil yang masih minim penerangan.
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran di antaranya kawasan pegunungan di Banggai Laut hingga Morowali. Sementara di Kota Palu, alokasi penerangan juga menyasar sejumlah wilayah perkotaan, termasuk Ulujadi dan Solena.
Subhan menyebut terdapat dua tujuan utama yang ingin dicapai melalui program penerangan berbasis energi terbarukan tersebut.
Pertama, menekan tingkat kriminalitas, khususnya dengan mengurangi titik-titik gelap yang selama ini dinilai rawan terjadi tindak kejahatan.
Kedua, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan adanya penerangan, aktivitas warga diharapkan tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga dapat berkembang pada malam hari.
Program Berani Menyala melalui pemanfaatan energi baru terbarukan tersebut telah dilaksanakan secara bertahap sejak tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2025, Pemprov Sulteng juga telah memasang lebih dari 800 titik PJUTS di sejumlah wilayah.
“Harapan pemerintah, bantuan ini tepat sasaran. Kita ingin memastikan kawasan pemukiman warga benar-benar terang, aman, dan memicu pergerakan ekonomi desa,” tutupnya.zal







