Nurhalis Kritik Komunikasi OPD dan Kelurahan, Minta Aparatur Responsif

Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menyoroti ketidakhadiran sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk lurah dan camat, dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Palu.

BACA JUGA: Hilirisasi Empat Komoditas Unggulan Sulteng Dimulai

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Nurhalis Nur dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kota Palu, Kamis (1/10/2026).

BACA JUGA: Kartini Laporkan PN Palu ke Ombudsman

Menurutnya, masih terdapat aparatur pemerintah yang sulit dihubungi ketika DPRD membutuhkan komunikasi terkait kepentingan masyarakat. Bahkan, ia mengaku mendapat laporan adanya sejumlah lurah dan camat yang tidak menghadiri kegiatan reses anggota DPRD tanpa alasan yang jelas.

“Masih ada aparatur, OPD kalau ditelpon dan di WA tidak dijawab. Bahkan laporan dari teman-teman ada beberapa lurah dan camat tanpa alasan yang jelas tidak menghadiri reses anggota DPRD yang notabene juga menjadi tanggungjawab mereka,” ungkap Nurhalis.

Ia menegaskan, kritik tersebut disampaikan bukan untuk meminta perlakuan khusus, melainkan agar komunikasi antara DPRD dan jajaran pemerintah berjalan baik, terutama dalam menyerap serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Mohon maaf, hal ini harus saya sampaikan karena menyangkut kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Olehnya, Nurhalis meminta pimpinan Pemerintah Kota Palu memastikan aparatur yang ditempatkan di setiap OPD, kecamatan maupun kelurahan dapat membangun komunikasi dan bekerja sama dengan DPRD.

“Saya pribadi tidak pernah menginginkan keistimewaan. Namun untuk urusan masyarakat, tolong saya untuk direspons. Apalagi berkaitan dengan usulan pokir dan reses. Karena ini ada legal standing-nya,” tegasnya.

Selain persoalan kehadiran aparatur dalam reses, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga meminta Sekretariat DPRD Kota Palu merespons permintaan komunikasi dengan media.

Menurutnya, komunikasi dengan media diperlukan untuk menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kepentingan, kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

“Tolong dicatat ini, biasanya saya telepon dan WA untuk berkomunikasi dengan media, tidak direspons. Padahal yang mau disampaikan untuk kepentingan, kesejahteraan, dan kemajuan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Terlepas dari kritik tersebut, Nurhalis memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian Pemerintah Kota Palu, khususnya dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu.

Ia menilai capaian pemerintah tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, ASN, tokoh agama, DPRD, OPD hingga media.

“Kita perlu memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kota Palu pada kegiatan hari ulang tahun ke-48. Inspektur upacara memberikan testimoni terkait dengan capaian-capaian itu dan tentu ini perlu kita apresiasi dan menjadi kebanggaan tersendiri buat kita semua,” katanya.

Namun, lanjutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama.

“Tetapi tentu capaian ini ada keterlibatan dan kerja sama antara teman-teman di DPRD Palu, seluruh masyarakat, tokoh-tokoh agama, OPD hingga RT, dan teman-teman media yang telah memberikan kontribusi terbaik,” tandasnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *