DLH Kota Palu Siapkan Armada R4, R6 dan R3 pada 2027
PALU, FILESULAWESI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus memperkuat upaya pengelolaan sampah secara komprehensif.

BACA JUGA: Gubernur Sulteng Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Hutan Kota
Salah satunya melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), yang merupakan bantuan dari Bank Dunia melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di daerah.
BACA JUGA: Gubernur Anwar Hafid Sambut Kedatangan Kapolda Sulteng yang Baru
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Munzir, kepada sejumlah awak media menyampaikan, Kota Palu menjadi salah satu daerah di Sulawesi Tengah yang berhasil masuk dalam program tersebut setelah melalui proses perintisan dan penilaian persyaratan teknis.
Menurutnya, program LSDP tidak diperoleh secara instan. Pemkot Palu telah merintis persiapan untuk mengikuti program tersebut sejak dua tahun lalu.
“Program ini bukan serta-merta langsung dapat, tetapi sudah sejak dua tahun lalu kita rintis,” ujar Ibnu Munzir kepada redaksi Filesulawesi.com.
Ia menjelaskan, pada awal 2026, pemerintah pusat telah menyampaikan sejumlah daerah yang berpeluang mendapatkan program LSDP. Namun, penetapan penerima tetap bergantung pada kesiapan masing-masing daerah dalam memenuhi persyaratan yang ditentukan.
“Alhamdulillah, ketika ditinjau kemarin, berbagai macam syarat teknis dan dilihat secara langsung, Kota Palu masuk. Karena itulah, selanjutnya yang kita lakukan ialah menyiapkan perlengkapan kita di tahun 2027 tentang apa saja yang akan kita laksanakan,” jelasnya.
Siapkan Armada dan Komposter
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Palu mulai mempersiapkan kebutuhan sarana dan prasarana pengelolaan sampah untuk mendukung pelaksanaan program pada 2027.
Ibnu menyebutkan, salah satu fokus utama adalah memperkuat penanganan sampah sejak dari sumbernya, termasuk melalui pengadaan armada pengangkut sampah.
“Di antara hal yang kita lengkapi itu tentang menangani sampah dari sumber, yakni dengan pengadaan armada. Kemarin yang kekurangan 22 unit R4, 10 armada R6, armada R3, kita adakan,” ungkapnya.
Selain armada pengangkut, DLH Kota Palu juga menyiapkan pengadaan komposter yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.
Pengadaan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mengolah sampah secara mandiri sejak dari rumah tangga, sehingga sampah yang harus diangkut dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi.
Bidik 50 Persen Sampah Terkelola dari Rumah
Sekretaris Ibnu menegaskan, penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem penanganan sampah yang lebih efektif dan menyeluruh.
Menurutnya, pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, termasuk RT dan RW, juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penilaian Adipura.
Karena itu, Pemkot Palu mengarahkan penganggaran untuk mendukung pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan permukiman.
“Makanya penganggaran itu kita arahkan ke situ, supaya bisa lebih fokus. Kota Palu juga harapannya 50 persen timbunan sampah itu bisa terkelola di tingkat rumah,” kata Ibnu.
Melalui program LSDP, Pemkot Palu berharap ketersediaan armada pengangkut, pembagian komposter, serta keterlibatan masyarakat dapat memperkuat pengelolaan sampah dari hulu.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung pencapaian target pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas lingkungan di Kota Palu.zal






