Titik Hotspot Karhutla di Sulteng Menurun, Hujan Mulai Bantu Pemadaman

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. Susanto Wibowo. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

Seluruh Pihak Bersinergi Tangani Karhutla di Sulteng

PALU, FILESULAWESI.COM – Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengaktifkan petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di berbagai wilayah.

Bacaan Lainnya
Farid Podungge
Hari Santri
Kepala Dinas Sosial Kota Palu

BACA JUGA: Diduga BCA Lakukan Blunder Hukum, Objek Sengketa Hendak Dilelang

Kepada sejumlah awak media, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. Susanto Wibowo, S.Hut., M.Si., IPU, mengatakan, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta berbagai unsur terkait, berperan aktif dalam penanganan karhutla di wilayah Sulawesi Tengah.

BACA JUGA: Toyota Hilux Rangga Kuasai Pick Up Medium di Sulteng

Upaya tersebut dilakukan dengan mengaktifkan petugas pada 14 unit pelaksana teknis daerah (UPTD), yang terdiri atas 13 KPH dan satu UPT Tatura.

“Jadi, secara signifikan kita tetap berperan aktif dalam penanggulangan karhutla,” ungkap Kadis Susanto kepada redaksi Filesulawesi.com, saat ditemui di Kantor Dinas Kehutanan Sulteng, Kota Palu, Senin (2/11/2026) pagi.

Ia menjelaskan, berdasarkan data titik panas (hotspot) Kementerian Kehutanan melalui sistem pemantauan SIPONGI, sebelum hujan mengguyur sejumlah wilayah beberapa hari lalu, tercatat sebanyak 384 titik hotspot di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena memiliki titik panas cukup tinggi berada di wilayah KPH Balantak, KPH Sigi, KPH Dolago Tanggunung, serta KPH Sintuwu Maroso di Kabupaten Poso.
“Jadi, ada empat KPH yang titik apinya sangat besar,” bebernya.

Kadis Susanto mengatakan, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah titik panas, meskipun belum seluruh wilayah Sulawesi Tengah mendapatkan curah hujan.

“Alhamdulillah, kemarin ada hujan. Walaupun tidak seluruh wilayah diguyur hujan, minimal dapat mengurangi titik-titik hotspot yang ada di Sulteng,” ujarnya.

Petugas dan Masyarakat Disiagakan
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, petugas di masing-masing KPH tetap bersiaga bersama tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla).

Selain mengandalkan petugas, Dinas Kehutanan Sulteng juga membentuk kelompok masyarakat peduli api di tingkat kabupaten, untuk membantu upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Di samping petugas, ada masyarakat yang peduli api yang bersama-sama menanggulangi karhutla di berbagai wilayah di Sulteng,” jelas Kadis Kehutanan.

Ia menambahkan, jumlah hotspot menunjukkan tren penurunan. Sebelumnya, titik panas di Sulawesi Tengah sempat berkisar 3.800 titik. Sementara itu, pembaruan data terbaru masih menunggu hasil pemantauan pada sore hari (hari ini).

“Per dua minggu ini sudah mulai menurun. Mudah-mudahan ke depan bisa berada di bawah 100 titik hotspot,” harap Susanto.

Menurutnya, berkurangnya asap juga mulai dirasakan setelah hujan turun di sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, tadi malam kita sudah bisa melihat bintang karena sebelumnya beberapa bulan lalu kita belum bisa melihatnya akibat tertutup asap tebal,” ungkapnya.

Perkuat Sinergi dan Kesiapan Peralatan

Kadis Susanto menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pihak, mulai dari unsur TNI dan Polri, jajaran kehutanan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan kebakaran dan pemadaman di sejumlah titik yang terindikasi mengalami kebakaran.

Dari sisi sarana dan prasarana, ia menyebutkan, bahwa peralatan pemadam kebakaran telah tersedia di berbagai instansi terkait. Seluruh KPH juga telah mendapatkan peralatan pemadam kebakaran, meskipun masih dalam kategori sederhana.

“Yang terpenting, alat tersebut bisa mencapai titik api yang ada di titik kebakaran,” pungkasnya.

Dengan kesiapsiagaan petugas, dukungan masyarakat, serta sinergi lintas instansi, Dinas Kehutanan Sulteng berharap jumlah titik panas terus menurun, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan serta dampak asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *