PALU, FILESULAWESI.COM – BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah menggelar dua kegiatan sosial keagamaan secara bersamaan, yakni layanan terpadu sidang isbat nikah dan khitanan massal gratis bagi masyarakat kurang mampu.
BACA JUGA: Wakil Gubernur Sulteng Apresiasi Pelaksanaan Isbat Nikah dan Khitanan Massal Gratis
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, Hatamuddin Tamrin mengatakan, kedua kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi berbeda namun dalam waktu yang bersamaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
BACA JUGA: Sry Nirwanti Bahasoan Ajak Generasi Muda Bangga Kenakan Wastra Sulteng di Era Modern
“Kami dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan dua kegiatan umat yang digelar bersamaan dan tempat kegiatannya terpisah,” ujarnya kepada redaksi Filesulawesi.com, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan layanan terpadu sidang isbat nikah dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Renny A. Lamadjido.
Menurut Hatamuddin, program isbat nikah sangat dibutuhkan masyarakat kurang mampu yang selama ini belum memiliki buku nikah resmi.
“Isbat nikah ini sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat kurang mampu yang belum mempunyai buku nikah. Karena itu BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan ini dan mendapat antusias yang baik dari warga Kota Palu maupun masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya,” katanya menjelaskan.
Selain itu, BAZNAS Sulteng juga menggelar khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kegiatan tersebut dipusatkan di sekitar Kantor Dinas ESDM Sulawesi Tengah.
“Khitanan massal ini kita lakukan bagi anak-anak yang orang tuanya kurang mampu. Sebelumnya yang mendaftar sekitar 100 orang, namun yang hadir sekitar 70 anak,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bagian dari kepedulian kita sebagaimana falsafah BAZNAS, bahwa BAZNAS menerima infak dan sedekah untuk disalurkan kepada yang berhak menerima,” ungkapnya.
Hatamuddin menambahkan, penyaluran zakat, infak, dan sedekah tidak hanya dalam bentuk bantuan sembako, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan sosial dan keagamaan seperti isbat nikah serta khitanan massal.
Di akhir keterangannya, ia mengimbau masyarakat kurang mampu yang ingin mengkhitankan anaknya namun terkendala biaya agar dapat berkoordinasi dengan Rumah Sehat BAZNAS.
“Kami bekerja sama dengan Rumah Sehat BAZNAS. Mereka yang membuka pendaftaran dan mencari peserta. Setelah memenuhi syarat maka kita laksanakan. Semua pelaksanaan ini gratis,” katanya.
Ia juga menyebutkan peserta khitanan massal berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, di antaranya Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan sejumlah kabupaten lainnya.zal









