Tak Punya HP Tetap Dilayani, SMPN 3 Palu Prioritaskan Pelayanan Humanis saat SPMB

Kepala SMP Negeri 3 Palu, Arif, MM. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMP Negeri 3 Palu pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 terbilang sangat tinggi. Bahkan, banyak calon peserta didik dari luar wilayah zonasi yang ingin mendaftar di sekolah tersebut.

BACA JUGA: Orang Tua Pulang Tersenyum, SPMB SMPN 5 Palu berjalan Lancar dan Tertib

Bacaan Lainnya
Syarifudin
Ismayadin Parigade

Kepala SMP Negeri 3 Palu, Arif, MM, dalam keterangan resminya kepada sejumlah awak media mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap sekolah yang dipimpinnya. Namun demikian, proses penerimaan tetap mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku dalam sistem SPMB.

BACA JUGA: Wakil Gubernur Sulteng Meletakkan Batu Pertama Pembangunan 50 Huntara di Sigi

“Alhamdulillah animo masyarakat untuk memasukkan anaknya ke SMPN 3 Palu sangat luar biasa. Sampai-sampai yang bukan jalur zonasi ingin sekali masuk di sini. Akan tetapi, karena seluruh proses menggunakan sistem aplikasi sesuai aturan, kami tidak bisa membantu jika tidak memenuhi persyaratan jalur yang tersedia,” ujar Arif kepada redaksi Filesulawesi.com di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, calon peserta didik yang berada di luar wilayah zonasi tidak dapat mengakses jalur tersebut, kecuali memiliki prestasi yang memungkinkan untuk mendaftar melalui jalur prestasi.

Ia menjelaskan, terdapat empat jalur penerimaan dalam SPMB tahun ini, yakni jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan mutasi.

Untuk jalur zonasi, SMP Negeri 3 Palu mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Nunu, Bayaoge, Balaroa, Donggala Kodi, Siranindi, Kamonji dan Ujuna.

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SMP Negeri 3 Palu menyiapkan kuota sebanyak 352 siswa yang akan terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel).

“Kami menyediakan kuota 352 siswa atau 11 rombongan belajar,” katanya menambahkan.

Guna mendukung kelancaran proses pendaftaran, sekolah menyiapkan tim teknologi informasi (IT) sebanyak tiga orang yang dibantu tim humas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Arif mengungkapkan, pihak sekolah juga memberikan pendampingan kepada orang tua yang mengalami kendala saat proses pendaftaran, termasuk mereka yang tidak memiliki telepon genggam untuk mengakses aplikasi SPMB.

“Ketika ada orang tua yang tidak punya HP, kami fasilitasi dan bantu prosesnya. Jangan sampai mereka pulang tanpa mendapatkan jawaban. Kami ingin semua orang tua mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB di SMP Negeri 3 Palu dilaksanakan secara terbuka dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia memastikan tidak ada praktik pungutan liar, percaloan maupun bentuk kecurangan lainnya dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Tidak ada pungutan, tidak ada calo, dan tidak ada praktik yang mencederai proses SPMB. Saya juga tidak pernah mendengar ada guru yang melakukan hal-hal curang. Jika ada yang melakukan hal tersebut, maka yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkannya sendiri,” tegas Arif.

Dengan sistem yang transparan dan pelayanan yang maksimal, SMP Negeri 3 Palu berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan kepastian dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang mendaftarkan putra-putrinya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *