PALU, FILESULAWESI.COM – SMK Negeri 3 Palu terus memperkuat kualitas pembelajaran dan kompetensi guru maupun siswa melalui penerapan pembelajaran mendalam, pengembangan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial/AI), serta penguatan kompetensi berbasis industri.
BACA JUGA: Imran Lataha Ungkap Dampak Pemasangan Water Meter terhadap Pajak Air Tanah di Kota Palu
Hal ini dijabarkan Kepala SMKN 3 Palu, Hamka, S.Pd, kepada sejumlah awak media, saat ditemui diruangannya, Senin (10/8/2026) pagi.
BACA JUGA: Mahasiswa Asal Somalia Tiba di Palu, Siap Kuliah di UIN Datokarama
Menurutnya, salah satu program yang saat ini menjadi fokus sekolah adalah pelaksanaan TEVA berbasis sekolah model yang sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Drs. H. Firmanza DP, beberapa waktu lalu.
“Harapan kita semua, tentunya kepada semua teman-teman guru yang ada di SMKN 3 Palu, itu harus mampu menerapkan apa yang diharapkan oleh sekolah model,” urai Hamka kepada redaksi Filesulawesi.com.
Hamka kembali menjelaskan, guru dituntut mampu menerapkan pembelajaran mendalam dalam proses belajar mengajar. Selain itu, guru juga harus memiliki kemampuan dalam menerapkan KKA yang berkaitan dengan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
“Jadi, baik guru maupun siswanya sudah harus masuk dalam kegiatan pembelajaran mendalam. Sementara ini kami sudah punya jadwal, punya program-program,” jelasnya menekankan.
Hamka menambahkan, SMKN 3 Palu juga terus mendorong pengembangan kompetensi guru melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan dunia industri.
Pada Senin (10/8/2026), misalnya, guru dari jurusan Teknik Industri mengikuti sosialisasi mengenai pengembangan produk barang dan jasa. Kegiatan tersebut diikuti 10 guru dengan mendapatkan bimbingan dari mitra industri yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan SMKN 3 Palu di bidang elektronik industri.
“Sehingga kemampuan daripada guru-guru untuk melakukan kegiatan tersebut harus terus dipacu. Hari ini, ada 10 teman-teman guru untuk melakukan kegiatan tersebut dengan dibimbing oleh pihak industri yang sudah lama kerja sama dengan kita di sekolah tentang elektronik industri,” bebernya..
Selain penguatan kompetensi teknis, SMKN 3 Palu juga telah mengikuti pelatihan manajerial tingkat nasional yang melibatkan tiga provinsi, yakni Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta berkunjung langsung ke SMKN 3 Palu untuk melihat perkembangan pelaksanaan TEVA berbasis sekolah model.
Hamka mengatakan, pihaknya juga tengah mempersiapkan pengembangan training center yang direncanakan mulai dikembangkan pada September mendatang. Pelatihan yang akan menjadi fokus antara lain keterampilan las dan bahasa Inggris.
“Insya Allah juga, bulan September, kami akan merencanakan untuk pengembangan training center berkaitan dengan pelatihan las dan bahasa Inggris,” katanya mengingatkan.
Untuk pelatihan las, Hamka menegaskan, program tersebut nantinya akan dikaitkan dengan sertifikasi melalui BNSP dan LSP3. Dengan demikian, siswa SMKN 3 Palu diharapkan memiliki sertifikat kompetensi yang memenuhi standar nasional.
Hal serupa juga akan diterapkan pada pelatihan bahasa Inggris sehingga kompetensi yang dimiliki siswa dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.
“Kami kerja sama dengan imigran dengan melibatkan sekitar 40 siswa SMKN 3 Palu diberi pelatihan khusus,” ujarnya.
Ia berharap, upaya tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMKN 3 Palu untuk menjadi tenaga kerja yang memiliki daya saing di tingkat internasional.
“Dengan kata lain, alumni-alumni kami dari SMKN 3 Palu menjadi prioritas untuk skala internasional sebagai tenaga kerja di luar negeri. Ini sementara kami persiapkan semuanya, mudah-mudahan bisa berjalan lancar,” beber Hamka.
Di sisi lain, Hamka menegaskan pula, SMKN 3 Palu siap mendukung program pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya program BERANI Cerdas.
Menurutnya, sekolah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi guru, serta keterampilan siswa agar lulusan SMKN 3 Palu mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Harapan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang mencanangkan BERANI Cerdas, kami dari SMKN 3 Palu benar-benar fokus dan serius agar program BERANI Cerdas benar-benar bisa melejit di seluruh Indonesia,” pungkasnya.zal










