PALU, FILESULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, resmi diangkat sebagai Anggota Kehormatan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulawesi Tengah, Rapat Kerja, dan Dialog Publik bertema “Optimalisasi dan Penguatan SDM Alumni Pergerakan Mewujudkan Sulteng Nambaso” yang berlangsung di Grand Sya Hotel Palu, Minggu (28/6/2026).
BACA JUGA: Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sigi
Prosesi pengangkatan ditandai dengan penyematan seragam IKA PMII oleh Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII sekaligus Anggota VI BPK RI, Drs. Fathan Subchi, disaksikan para pengurus IKA PMII, pejabat daerah, akademisi, serta ratusan alumni PMII dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
BACA JUGA: Tabuhan Gimba Tandai Pembukaan Environmental Fest II 2026
Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar IKA PMII yang menyatakan bahwa Anwar Hafid dinilai memiliki integritas, dedikasi, serta komitmen yang sejalan dengan visi, misi, dan nilai-nilai perjuangan IKA PMII. Dalam keputusan itu disebutkan bahwa pengangkatan anggota kehormatan dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi organisasi, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengaku bersyukur sekaligus merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan keluarga besar IKA PMII.
“Ini adalah penghargaan pertama yang saya terima sebagai anggota kehormatan IKA PMII. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB IKA PMII beserta seluruh keluarga besar PMII. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan saya siap mendukung misi organisasi di mana pun saya berada,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid menjelaskan filosofi “Sulteng Nambaso” yang menjadi arah pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurutnya, “Nambaso” tidak hanya bermakna besar dari sisi geografis, tetapi juga harus dimaknai sebagai cita-cita membangun daerah yang besar dalam kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi, prestasi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Daerah kita memang luas, tetapi ukuran keberhasilan bukan hanya luas wilayah. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakatnya semakin cerdas, sehat, sejahtera, dan memiliki daya saing,” katanya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan sembilan program prioritas yang dikenal sebagai Program BERANI, di antaranya BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Lancar, BERANI Menyala, BERANI Panen Raya, BERANI Berkah, dan BERANI Berdaya.
Anwar Hafid mengatakan, dua program yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah adalah BERANI Cerdas dan BERANI Sehat.
Pada sektor pendidikan, pemerintah terus memperluas akses layanan pendidikan, termasuk mendorong sistem pendaftaran sekolah secara daring hingga ke seluruh kabupaten dan kota. Namun ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama di wilayah terpencil yang belum memiliki jaringan internet memadai.
Sementara melalui Program BERANI Sehat, Pemerintah Provinsi berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan meskipun menghadapi kendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Kondisi keuangan daerah boleh saja terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Orang yang sakit harus tetap dilayani. Anak-anak harus tetap bisa sekolah. Itu komitmen pemerintah,” tegasnya.
Gubernur juga menyoroti pemerataan akses listrik sebagai salah satu pekerjaan besar pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu masih terdapat sekitar 89 desa di Sulawesi Tengah yang belum menikmati aliran listrik PLN. Saat ini jumlah tersebut telah berkurang menjadi sekitar 65 desa, dan pemerintah menargetkan seluruh desa telah teraliri listrik sebelum tahun 2029.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN agar seluruh desa dapat menikmati listrik. Ini bukan sekadar soal penerangan, tetapi menyangkut kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain jaringan listrik, pemerintah juga terus mendorong penyediaan sambungan listrik rumah tangga sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam pidatonya, Anwar Hafid juga menyinggung pentingnya keadilan fiskal bagi daerah penghasil sumber daya alam seperti Sulawesi Tengah.
Ia menilai daerah penghasil perlu memperoleh porsi yang lebih adil dalam pembagian penerimaan negara agar mampu mempercepat pembangunan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Komisi XI DPR RI sebagai bagian dari upaya memperjuangkan penguatan kapasitas fiskal daerah.
“Kami ingin daerah penghasil juga memperoleh manfaat yang lebih besar agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur, Anwar Hafid menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia mengungkapkan, bahwa angka pengangguran terbuka masih didominasi lulusan SMA. Untuk itu pemerintah menggandeng perusahaan-perusahaan industri dalam menyiapkan tenaga kerja melalui berbagai pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan bahasa Mandarin yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin lulusan pelatihan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi langsung memiliki peluang bekerja di kawasan industri yang berkembang di Sulawesi Tengah,” jelasnya.(***)









