PALU, FILESULAWESI.COM – Warga Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang menimpa satu keluarga di sebuah rumah potong ayam, Minggu (26/7/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita.
BACA JUGA: LPS Ingatkan Warga Waspadai Modus Link Undangan Pernikahan, Jangan Asal Klik Tautan
Pelaku diduga merupakan rekan kerja korban berinisial AA (33), warga Kelurahan Pengawu, yang bekerja di rumah potong ayam tersebut. Hingga Senin (27/7/2026), pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Salah seorang saksi sekaligus tetangga korban, Bahtiar (49), mengaku pertama kali mengetahui kejadian itu saat hendak beristirahat. Ia mendengar suara tangisan perempuan yang semula dikiranya suara mistis.
BACA JUGA: LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi
“Saya kira suara kuntilanak karena terdengar suara perempuan menangis. Setelah saya cari sumber suaranya, ternyata dari rumah potong ayam. Saya juga sempat mendengar pelaku menyuruh istri korban agar tidak ribut dan menghentikan tangisan anaknya,” ujar Bahtiar dilokasi kejadian, kepada redaksi Filesulawesi.com, Senin (27/7/2026) siang.
Merasa curiga terjadi sesuatu, Bahtiar berusaha masuk ke rumah dengan mendobrak pintu besi. Setelah beberapa kali mencoba, pintu akhirnya berhasil dibuka.
Saat masuk ke dalam rumah, ia mendapati korban laki-laki dan anak laki-lakinya yang masih berusia sekitar dua tahun telah tergeletak dan tidak bernyawa. Sementara istri korban masih dalam kondisi hidup meski mengalami luka serius.
“Korban perempuan masih sempat berbicara kepada saya. Dia mengatakan pelakunya adalah AA yang juga bekerja di rumah potong ayam. Dia juga bilang pelaku melarikan diri lewat jendela belakang lantai dua,” lanjut Bahtiar menjelaskan.
Bahtiar kemudian mengecek bagian belakang rumah, namun pelaku sudah berhasil melarikan diri. Ia selanjutnya menghubungi Ketua RT dan Babinsa setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.
Korban perempuan segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat karena saat itu masih bernapas, sedangkan jasad suami dan anaknya kemudian dievakuasi ke rumah sakit yang sama.
Menurut Bahtiar, keluarga korban baru sekitar dua pekan menempati rumah tersebut. Mereka merupakan karyawan yang ditempatkan oleh pemilik usaha rumah potong ayam sebagai bagian dari sistem rotasi kerja.
Berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari pemilik usaha, kedua karyawan tersebut disebut kerap terlibat perselisihan. Meski beberapa kali telah dimediasi oleh pemilik usaha, diduga konflik tersebut menyisakan dendam yang berujung pada aksi kekerasan.
“Menurut Haji (pemilik rumah potong ayam), mereka memang sering berselisih dan saling melapor. Selama ini selalu didamaikan, tetapi mungkin pelaku menyimpan dendam,” kata Bahtiar melanjutkan keterangannya.
Keterangan serupa disampaikan warga lainnya, Donny, yang mengaku mendengar teriakan perempuan dari lokasi kejadian sebelum mengetahui telah terjadi pembunuhan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku merupakan sesama karyawan di rumah potong ayam tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi (police line), sementara aktivitas rumah potong ayam dihentikan untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi juga masih mendalami motif pasti di balik peristiwa tersebut serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna mengungkap kronologi lengkap kejadian.zal






