PALU, FILESULAWESI.COM – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tuberkulosis (TB) di setiap kabupaten/kota sebagai langkah memperkuat penanganan dan mempercepat eliminasi TB di Sulawesi Tengah.
BACA JUGA: Reses Nendra K Putra di Kelurahan Tatura Utara, Bahas Bantuan UMKM hingga Bus Trans Palu
Dorongan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, serta Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026).
BACA JUGA: Pembangunan Infrastruktur Fornas 2027 Ditarget Rampung Desember
Gubernur mengatakan, Satgas TB nantinya tidak hanya bertugas melakukan penanganan, tetapi juga memastikan program pemberantasan TB berjalan di seluruh daerah melalui monitoring dan evaluasi secara berkala.
“Kepala Daerah, saya pesan, ini TB menjadi prioritas. Kalau perlu, kita bikin masing-masing Satgas TB di kabupaten/kota. Provinsi juga kita bikin untuk melakukan monitoring di semua kabupaten/kota, sehingga daerah yang masih lemah bisa kita perkuat,” tegas Gubernur.
Menurutnya, pembentukan Satgas TB menjadi penting karena kasus TB di Sulawesi Tengah masih tergolong tinggi. Karena itu, diperlukan kesatuan gerak antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, mahasiswa, hingga masyarakat.
“Kalau kita serius semua, satu langkah, satu program, kesatuan gerak, saya yakin dan percaya ini akan bisa kita tuntaskan,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, pemberantasan TB harus menjadi prioritas bersama, sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mempercepat eliminasi TB secara nasional.
Gubernur juga mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan yang akan memperkuat upaya deteksi dini TB di Sulawesi Tengah melalui bantuan 16 unit portable X-Ray yang ditargetkan tiba pada September 2026.
“Kalau masyarakat kita sudah tidak susah lagi untuk berobat, sekarang mari kita fokus menjadikan Sulawesi Tengah ini bebas dari TB,” kata Gubernur.
Gubernur optimistis, dengan terbentuknya Satgas TB di setiap kabupaten/kota dan adanya koordinasi yang kuat antara provinsi dan daerah, target eliminasi TB tahun 2030 dapat diwujudkan.
“Semoga eliminasi TB tahun 2030 itu akan kita capai secara bersama-sama,” pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati/Wali Kota se-Sulawesi Tengah, Para Asisten, Tenaga Ahli, serta kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.(***)










