PALU, FILESULAWESI.COM – Ribuan, puluhan ribu bahkan jutaan serikat pekerja di seluruh penjuru negeri termasuk serikat pekerja di Kota Palu, memperingati hari Buruh Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 1 Mei 2026, tahun ini.
BACA JUGA: Lantik Kepala Sekolah, Wali Kota Palu: Jangan Buat Kerajaan dalam Kerajaan
Pada momentum tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menyampaikan beberapa hal penting dalam sejarah pentingnya peringatan Hari Buruh kali ini.
Ditemui disela-sela pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek), kepada sejumlah awak media, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Palu akan menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi buruh pada esok hari, Sabtu (2/5/2026), guna mendengarkan masukan dan saran dari para perwakilan serikat pekerja.
BACA JUGA: Program BERANI Cerdas Peluang Generasi Muda Ukir Masa Depan Lebih Cemerlang
Selain itu, tahun ini Pemkot Palu juga berencana menetapkan pembentukan salah satu OPD atau Dinas Ketenagakerjaan sebagai perangkat daerah baru yang akan fokus menangani persoalan ketenagakerjaan.
“Dengan hadirnya Dinas Ketenagakerjaan ini, fokus terhadap hal-hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan akan lebih bagus. Selama ini masih tergabung di UMKM dan Koperasi, jadi fokus kerjanya akan lebih baik nanti,” ungkap Hadianto Rasyid kepada redaksi Filesulawesi.com.
Ia menjelaskan, keberadaan dinas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap tenaga kerja, termasuk perlindungan hak-hak pekerja di Kota Palu.
Terkait persoalan upah, Hadianto Rasyid mengaku telah berdiskusi dengan beberapa perwakilan buruh kemarin. Ia menilai fluktuasi ekonomi, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, menjadi faktor penting dalam penyesuaian upah pekerja.
“Kalau harga naik, maka mau tidak mau ada kenaikan, karena ketika kita menetapkan sektor overhead, komponen upah juga ikut naik. Maka komponen gaji juga harus naik,” tegasnya.zal









