PALU, FILESULAWESI.COM – Dukungan terhadap figur Awaludin untuk maju pada kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Palu 2031 mulai bermunculan dari sejumlah kelompok masyarakat. Salah satunya datang dari Penggerak Awaludin For Kota Palu yang dipimpin Nursalam.
BACA JUGA: Malas Berulang-Ulang Bayar Pajak, Gerai KFC di Kota Palu Disegel
Menurut Nursalam kepada redaksi Filesulawesi.com, lahirnya dukungan terhadap Awaludin tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perencanaan dan kajian yang matang.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Berhasil Himpun Dana CSR Rp 355 Miliar dari 16 Perusahaan Tambang
Ia menilai, setiap figur yang akan didorong memimpin daerah harus melalui tahapan identifikasi, inventarisasi, hingga analisis terhadap berbagai aspek yang menjadi kekuatan maupun tantangan.
“Di tahap perencanaan itu dibutuhkan kematangan melalui identifikasi, inventarisasi, hingga analisis SWOT. Bagaimana kekuatannya, dukungannya, hambatannya, serta solusi-solusinya,” ujar Nursalam kepada Filesulawesi.com, Senin (15/6/2026).
Nursalam menilai, Awaludin memiliki sejumlah kriteria yang layak untuk menjadi pemimpin Kota Palu di masa mendatang. Kriteria tersebut meliputi kapasitas pendidikan, pengalaman birokrasi, rekam jejak sosial kemasyarakatan, hingga aspek religiusitas.
Ia menyebut, selama ini sosok Awaludin dikenal baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.
“Di segala penjuru Kota Palu, sosok beliau memenuhi syarat untuk memimpin ke depan,” katanya meyakinkan.
Lebih lanjut, Nursalam menjelaskan, bahwa dorongan terhadap Awaludin berangkat dari hasil rembuk masyarakat di Kecamatan Mantikulore, khususnya di Kelurahan Talise dan Talise Valangguni.
Menurutnya, embrio lahirnya gerakan Awaludin For Kota Palu berasal dari sekelompok masyarakat yang menginginkan hadirnya figur alternatif untuk memimpin Kota Palu pada masa mendatang.
“Embrio dari lahirnya figur Awaludin memang berasal dari sekelompok masyarakat yang ada di wilayah Mantikulore, khususnya Talise dan Talise Valangguni,” sebut Nursalam.
Ia mengaku telah menggelar beberapa kali pertemuan bersama tokoh masyarakat untuk menjaring aspirasi dan menilai peluang dukungan terhadap figur tersebut.
“Melalui sekitar dua hingga tiga kali pertemuan, kami menjaring berbagai informasi yang sebelumnya bersifat informal, kemudian diformalkan dalam sebuah forum yang menghadirkan sekitar 30 tokoh masyarakat,” jelasnya.
Dari hasil pertemuan itu, kata Nursalam, lahir kesepakatan untuk memperkenalkan figur Awaludin kepada masyarakat Kota Palu dan mengukur tingkat penerimaannya sebagai calon pemimpin pada Pilwalkot 2031.
Ia mengklaim, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, respons masyarakat yang dihimpun melalui berbagai platform media sosial menunjukkan hasil yang positif.
“Melalui WhatsApp, Facebook, TikTok, dan Instagram, kami memperoleh lebih dari 30 ribu respons yang menyatakan figur Awaludin layak untuk didorong,” Urai Nursalam menjelaskan.
Setelah memperoleh respons awal tersebut, pihaknya berencana terus melakukan sosialisasi dan kampanye pengenalan figur Awaludin.
Selain itu, mereka juga akan melakukan survei dan pemetaan untuk mengukur tingkat elektabilitas dan kelayakan figur tersebut di mata masyarakat.
Nursalam menambahkan, saat ini pihaknya memilih untuk fokus membangun dukungan masyarakat terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh mengenai dukungan partai politik.
“Sudah ada beberapa partai politik yang mulai memperhatikan, tetapi biarkan proses ini berjalan terlebih dahulu. Insya Allah pada tahun 2027, nanti kita lihat bagaimana perkembangannya,” tutup Nursalam.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan dan penerimaan masyarakat terhadap figur Awaludin sebagai calon pemimpin Kota Palu pada masa mendatang.zal









