PALU, FILESULAWESI.COM – Polemik terhadap dugaan praktik “ijon proyek” dalam pengadaan 43 unit mobil ambulans di Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai mencapai Rp14,74 miliar viral di media sosial dan memicu sorotan publik.
BACA JUGA: Pemprov Sulteng Buka 100 Kuota Beasiswa S2 dan S3 Sebanyak 20 Program BERANI Cerdas
Dalam unggahan yang diunggah salah satu akun di media sosial dengan inisial ARB, disebutkan bahwa pihak dealer diduga telah mulai bekerja di Bandung melalui cabang Makassar, serta proses karoseri ambulans disebut sudah dikerjakan oleh salah satu perusahaan di Jakarta.
BACA JUGA: Hardiknas 2026 Tekankan Deep Learning, Kunci Lompatan Kualitas Pendidikan
Tak hanya itu, unggahan tersebut juga menyinggung adanya dugaan “mufakat jahat” antara penyelenggara negara dan pihak swasta dalam proyek Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
Tercatat, paket pengadaan ini di dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 66335538 dan 66470741. Kegiatan tersebut berada di bawah Satuan Kerja Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2026, dengan total 43 unit kendaraan.
Adapun spesifikasi kendaraan yang direncanakan meliputi ambulans 4×4 berkapasitas mesin sekitar 2.700 cc serta ambulans standar dengan kapasitas mesin 1.500 cc.
Menanggapi hal tersebut, saat ditemui di ruangannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Rustam AR, membantah tegas tudingan yang beredar. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Itu hoaks, saya kira itu informasi keliru. Ini kan masih di meja saya (Biro Kesra), belum ke BPBJ. Nanti kalau sudah di BPBJ baru dilelang,” urai Kabiro Rustam kepada redaksi Filesulawesi.com, Senin (4/5/2026) siang.
Ia memastikan bahwa seluruh proses pengadaan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk melalui sistem lelang terbuka dan transparan.
“Saya tekankan semua melalui mekanisme yang ditentukan, melalui sistem lelang juga nantinya. Di sistem itu baru akan diketahui siapa pemenangnya,” tegas Rustam.
Menurutnya, rencana pengadaan ambulans tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan yang dihimpun dari berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah.
“Semua ini baru pengajuan yang dikumpulkan dari kebutuhan dan permintaan masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya menambahkan.
Terkait peluang bagi kontraktor, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan sistem lelang terbuka bagi pelaku usaha dari berbagai daerah untuk ikut serta dalam proses pengadaan tersebut.zal









