PALU, FILESULAWESI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai langkah strategis, termasuk pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor.
BACA JUGA: Akhir Mei, Hasil Pembahasan Penerapan Dua Arah Lalu Lintas Jembatan I dan III Palu Berakhir
Kepala Dinas P2KB Sulteng, drg. Herri Mulyadi, M.Kes, saat ditemui sejumlah awak media di ruangannya mengungkapkan, bahwa pihaknya baru saja melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakon) di Kabupaten Banggai yang dihadiri seluruh kepala dinas terkait.
BACA JUGA: Di Hadapan Ribuan Wisudawan Trisakti, Gubernur Sulteng Tegaskan Pendidikan Adalah Kontrak Sosial
Kegiatan tersebut turut melibatkan narasumber dari BKKBN, Pemerintah Kabupaten Banggai, serta dukungan dari salah satu BUMN, yakni Pegadaian.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Banggai yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga bisa berjalan dengan baik,” ujarnya kepada redaksi Filesulawesi.com, Rabu (6/5/2026) siang.
Dalam upaya memperkuat penanganan stunting, DP2KB Sulteng juga mengembangkan inovasi berbasis digital melalui aplikasi “Berani Depak Stunting” yang bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Aplikasi tersebut dirancang untuk mengidentifikasi akar permasalahan stunting secara langsung di lapangan. Pengumpulan data dilakukan oleh mahasiswa yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
“Mahasiswa KKN Tematik menjadi ujung tombak karena mereka yang memantau langsung kondisi di lapangan. Dari hasil pengamatan, bisa diketahui penyebab stunting, apakah karena faktor ekonomi, lingkungan, atau kesehatan,” beber Kadis Herri Mulyadi.
Selanjutnya, data yang dikumpulkan kemudian menjadi dasar bagi DP2KB untuk melakukan intervensi secara terpadu bersama pihak terkait. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pihaknya menegaskan bahwa tetap berkomitmen penuh dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak di Sulawesi Tengah.
Ia juga mencontohkan keterlibatan langsung di lapangan, seperti kunjungannya ke Kabupaten Donggala, tepatnya di Kelurahan Ganti, untuk melihat peran kader dalam memantau tumbuh kembang anak.
“Kader di lapangan memiliki peran penting dalam mengawasi kondisi anak-anak kita. Mereka adalah garda terdepan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersama-sama menangani persoalan stunting secara terintegrasi.
“Penanganan stunting ini harus dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak. Kami terus berupaya maksimal agar generasi mendatang bisa tumbuh lebih sehat dan berkualitas,” katanya menjelaskan.
Di akhir penjelasan, Herri Mulyadi berharap sinergi yang telah terbangun, termasuk dengan pihak kampus dan media, dapat semakin memperkuat upaya pencegahan stunting di daerah.
“Kami juga berharap rekan-rekan jurnalis dapat membantu mensosialisasikan pentingnya pencegahan stunting. Semoga upaya kita bersama bisa memberikan hasil yang maksimal,” pungkas Kadis P2KB Sulteng.zal









