Kepsek Pantau Aktivitas Guru dan Siswa Lewat Group WA
PALU, FILESULAWESI.COM – Kepala SMP Negeri 14 Palu, Bahrija, mendukung kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu yang menerapkan pembelajaran dari rumah secara daring, sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik di tengah menurunnya kualitas udara di Kota Palu.
BACA JUGA: Pembelajaran Daring di SMPN 1 Palu Berjalan Optimal
Menurut Bahrija, kebijakan pembelajaran daring mungkin menimbulkan pertanyaan apabila dilihat secara kasatmata. Namun, dari aspek kesehatan, kondisi kualitas udara yang memburuk perlu menjadi perhatian bersama.
BACA JUGA: Program Berani Bedah Rumah Raih Penghargaan Nasional
“Kalau kita lihat secara kasatmata, mungkin muncul pertanyaan kenapa harus daring. Akan tetapi, dari segi kesehatan, kondisi udara saat ini sangat berbahaya karena banyak zat pencemar yang tersebar di udara,” urainya kepada redaksi Filesulawesi.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan kepada para siswa bahwa kebijakan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah didasarkan pada pertimbangan kondisi kualitas udara.
“Itulah mengapa disuruh belajar di rumah. Itu alasannya,” katanya.
Bahrija juga mengingatkan siswa, agar membatasi aktivitas di luar rumah selama kebijakan pembelajaran daring berlangsung, guna mengurangi paparan udara yang tercemar.
Manfaatkan Pengalaman Pembelajaran saat Pandemi
Dalam pelaksanaan pembelajaran daring, SMPN 14 Palu memanfaatkan pengalaman selama pandemi Covid-19. Pengalaman tersebut membuat para guru lebih siap menjalankan proses belajar mengajar dengan dukungan fasilitas komunikasi yang tersedia.
Salah satu metode yang digunakan adalah pembelajaran melalui grup WhatsApp dengan memanfaatkan fitur panggilan video. Melalui fasilitas tersebut, guru dapat memberikan materi dan berinteraksi langsung dengan siswa meskipun tidak berada di ruang kelas.
Meski demikian, Bahrija mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya. Kendala tersebut antara lain keterbatasan paket data internet, gangguan jaringan, pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Palu, serta keterbatasan akses telepon seluler karena dibawa orang tua saat bekerja.
“Cuma memang kendalanya pasti di paket data, jaringan, kemudian jadwal giliran mati lampu yang masih berlaku di sejumlah wilayah di Kota Palu. Ada juga anak yang HP-nya biasa dibawa orang tuanya bekerja. Itu semua beragam kendala yang dialami,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, guru tetap memberikan tugas melalui grup pembelajaran. Siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara langsung melalui panggilan video, tetap bisa memperoleh materi dan penjelasan melalui grup yang telah disiapkan.
Dengan demikian, siswa yang mengalami kendala teknis tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pembelajaran sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Jadwal Belajar Tetap Mengikuti Sekolah
Selaku Kepala Sekolah Bahrija menegaskan, pembelajaran daring di SMPN 14 Palu tetap dilaksanakan mengikuti jadwal pembelajaran tatap muka di sekolah, termasuk kegiatan belajar hingga sore hari.
Para siswa juga diharapkan tetap menggunakan seragam sekolah selama mengikuti pembelajaran dari rumah, meskipun dalam praktiknya sebagian siswa mengganti pakaian setelah memasuki siang hari.
Dalam pelaksanaannya, sebagian besar guru melaksanakan pembelajaran daring dari satu lokasi, yakni di lingkungan sekolah. Namun, terdapat pula beberapa guru yang memberikan pembelajaran dari rumah masing-masing.
Bahrija mengatakan, seluruh aktivitas pembelajaran tetap dipantau melalui grup komunikasi yang digunakan oleh para guru dan siswa.
“Saya ada di dalam grup dan memantau seluruh tahapan pembelajaran daring. Pada intinya, proses pembelajaran kepada anak-anak dilakukan seoptimal mungkin dengan kondisi yang ada saat ini,” tutupnya.zal








