PALU, FILESULAWESI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui pengembangan sistem digital yang sejalan dengan visi 9 Program BERANI Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
BACA JUGA: Bapemperda DPRD Kota Palu Tetapkan Empat Ranperda Inisiatif Prioritas dalam Propemperda 2027
Kepala DP3A Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Yudiawati V. Windarusliana, S.KM., M.Kes., menjelaskan, seluruh program DP3A mendukung implementasi kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas perempuan dan anak.
BACA JUGA: Feri Anwar Pilih Tetap Bersama Ahmad Ali, Sebut NasDem Kurang Hargai Perjuangan Kader AAC
“Kalau kita bicara perempuan dan anak, hampir seluruh program BERANI ada di dalamnya. BERANI Cerdas, BERANI Sehat, semuanya menyentuh perempuan dan anak. Karena pembangunan tidak akan berjalan sempurna tanpa perempuan dan anak,” urai Yudiawati kepada redaksi Filesulawesi.com.
Ia menjelaskan, DP3A saat ini telah mengembangkan sistem informasi berbasis data melalui Sistem Informasi Gender dan Anak serta aplikasi SIMPONI yang memuat data terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Menurutnya, penguatan data menjadi salah satu prioritas sesuai arahan Gubernur Sulawesi Tengah yang menekankan pentingnya digitalisasi, inovasi, dan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Selain itu, DP3A tengah menyiapkan sebuah platform pembelajaran digital bagi perempuan dan anak. Platform tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengakses berbagai materi pelatihan secara daring tanpa harus selalu mengikuti pelatihan tatap muka.
“Melalui platform ini, perempuan dapat belajar berbagai keterampilan, seperti tata rias, pengolahan bahan pangan, hingga keterampilan lainnya langsung melalui telepon genggam. Materi akan disampaikan oleh tenaga yang kompeten, termasuk melibatkan guru-guru SMK yang memiliki keahlian di bidangnya,” jelasnya.
Kadis Yudiawati menambahkan, platform tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat mendukung peningkatan ekonomi keluarga.
Tidak hanya menyediakan materi pelatihan, DP3A juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap peserta yang telah mengikuti pelatihan, baik secara daring maupun luring.
“Selama ini kita sering memberikan pelatihan, tetapi belum memiliki data yang rinci mengenai berapa peserta yang benar-benar berhasil mengembangkan usahanya, apakah sudah memiliki UMKM, atau sejauh mana usahanya berkembang. Ke depan semua itu akan dipantau,” katanya menjelaskan.
Melalui sistem evaluasi tersebut, peserta yang dinilai membutuhkan peningkatan kompetensi akan kembali diberikan pelatihan lanjutan, agar keterampilan yang dimiliki terus berkembang.
DP3A juga memfokuskan program pemberdayaan kepada perempuan kepala keluarga (single parent) yang berada pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 4. Kelompok ini dinilai masih memiliki keterbatasan keterampilan, sementara di sisi lain mereka memikul tanggung jawab besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami ingin perempuan-perempuan ini benar-benar berdaya dan mampu meningkatkan perekonomian keluarganya. Karena itu, program pemberdayaan akan terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital,” tutup Kadis Yudiawati.zal






